An Evening With David Beckham

Perayaan semangat ‘Born To Dare’ dalam malam penuh kemeriahan, kemewahan, dan tujuan pembuatan jam tangan bersama David Beckham

Legenda sepak bola dan ikon fesyen David Beckham yang akan berusia 49 tahun pada tanggal 2 Mei ini masih terus bekerja keras, belasan tahun setelah pensiun dari sepak bola profesional pada tahun 2013. “Saya suka bekerja. Saya dibesarkan seperti itu,” aku pria asal Inggris ini. Dan pria karismatik yang memiliki puluhan juta penggemar ini membuat penampilan khusus di Sentul Depot Kuala Lumpur bersama 250 tamu undangan istimewa, termasuk kami dari majalah Collector’s Guide-WATCHES Indonesia.

Dalam perpaduan gaya, olahraga, dan keahlian Swiss yang sensasional, merek pembuat jam tangan ternama, Tudor menghadirkan ikon global David Beckham dalam sebuah acara eksklusif di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 1 Februari lalu. Ditemani para tamu istimewa yang terdiri dari mitra ritel, influencer, selebritas, tokoh media, dan para stakeholder utama, Beckham bergabung dengan Tudor untuk malam yang tak terlupakan, berlatar latar belakang gedung Depot Sentul yang disulap menjadi ruang penuh warna-warna khas merek ini, yaitu merah, hitam, dan putih, dan menciptakan kontras yang menakjubkan.

Warna merek yang dibuat khusus ini merupakan kontras yang menakjubkan dengan latar belakang Depot Sentul yang kokoh dan merupakan penghormatan yang jelas terhadap tampilan khas Manufaktur Tudor*, (*berita khusus mengenai kunjungan kami ke Manufaktur Tudor akan kami terbitkan di edisi berikutnya).

Manufaktur Tudor yang baru adalah fasilitas industri pembuat jam tangan yang mencakup area seluas lebih dari 5.500 meter persegi di Le Locle, Swiss yang memiliki fasilitas canggih pertama dari merek ini, menyatukan pengetahuan para pembuat jam tangan dengan teknologi mutakhir yang mengagumkan. Merefleksikan kunjungannya ke Le Locle, Beckham mengaku, “Anda tahu, melihat semua staf di sana dan menyaksikan semua orang membuat jam tangan yang luar biasa ini, sungguh sangat emosional.

Rasanya sangat istimewa.” Pengaturan acara yang unik pada malam itu memungkinkan para tamu untuk turut menjelajahi pabrikan baru ini melalui sudut pandang Beckham, menawarkan pengalaman pembuatan jam tangan interaktif yang mengungkap keahlian di balik setiap jam tangan Tudor.

Sebagai pabrikan Swiss pemenang penghargaan yang terkenal karena melayani para petualang paling berani dan mereka yang penasaran dengan dunia, gaya khas jam tangan Tudor sangat selaras dengan individu yang telah mencapai hal-hal luar biasa. Dalam hal ini, Beckham sendiri melambangkan esensi tersebut.

Acara Tudor ini bukan sekadar perayaan horologi dan selebriti, namun perpaduan glamor, budaya, dan perayaan keahlian sejati, yang mencerminkan komitmen merek untuk mendobrak batasan dan berani tampil beda. Dan tema “Beckham’s Born To Dare Journey with Tudor” malam itu secara sempurna merangkum hubungan sang legenda sepak bola dengan Tudor, menampilkan komitmen bersama untuk mendobrak batasan dan komitmen bawaan untuk terus menciptakan kembali.

“Kami memiliki kemitraan yang sempurna di mana Anda menantang saya, dan terkadang saya menantang kalian, dan itulah mengapa saya menyebutnya sebuah keluarga karena memang terasa seperti itu,” ungkap mantan atlet tersebut mengenai kolaborasinya dengan Tudor.

Duta Tudor sejak tahun 2017 ini menjadi bintang utama dengan kehadirannya yang karismatik. Ia pun sempat singgah di butik Tudor terbaru yang terletak di Pavilion Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia pada sore harinya.

Acara yang dipandu oleh pembawa acara dan presenter TV Malaysia, Nadia Heng ini menghadirkan suasana akrab bagi para tamu. Kami dapat mendengarkan setiap kata dari percakapan mendalam dengan Beckham secara langsung, sebuah kesempatan sekali seumur hidup bagi mereka untuk mempelajari lebih lanjut tentang ikon gaya global dan kemitraannya dengan Tudor.

Acara yang berlangsung malam itu dirancang untuk merayakan kekayaan warisan budaya Malaysia, memberikan gambaran sekilas tentang budaya negara tersebut yang dinamis, dimeriahkan dengan tari budaya hingga tarian barongsai tradisional yang membawa keberuntungan dan kemakmuran di tahun baru Imlek. Selain itu, para tamu juga disuguhi pengalaman gastronomi mewah yang disajikan oleh Beta KL, sebuah restoran berbintang Michelin, yang memberikan penghormatan kepada tradisi kuliner Malaysia.

Menu yang dikurasi dengan cermat dilengkapi dengan minuman inventif dari Coley, bar yang mengkhususkan diri pada koktail kontemporer yang terinspirasi oleh cita rasa klasik dan Malaysia yang tak lekang oleh waktu. Para tamu juga dihibur dengan penampilan festival funk yang penuh semangat oleh Ryotjones dan diiringi dengan irama dari DJ Bate, menjadikan acara ini berakhir dengan penuh kenangan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap