From Both Sides Now

Telusuri keindahan dan daya tarik dari jam tangan dengan penunjuk dua zona waktu dari Hermès

Anda sedang berjalan, bahu bertemu dengan bahu, terasa begitu padat, penat, namun atmosfer semangat begitu terasa. Anda tengah berada di Omotesando, Tokyo yang begitu bergairah. Di tengah keramaian, Langkah kaki Anda terus menapak, mengikuti ke mana waktu mengarah. Tanpa terasa, Anda melihat sekeliling, keramaian yang penat tadi berangsur hilang hawanya. Berganti, dengan perasaan risi akibat luruhan bulir keringat di dahi yang memancing untuk segera diseka. Sambil melihat marka jalan dalam aksara Sanskrit, Anda berada di tengah kemacetan Kota Bangkok. Dalam sekejap, perbedaan zona waktu yang terpaut dua jam telah terlampaui. Anda mengangkat pergelangan tangan, melihat waktu, untuk kemudian menyadari hal tersebut. Secara ukuran memang kecil, namun secara esensi jam tangan menjadi satu hal yang signifikan, bagi mereka yang kerap bepergian ke berbagai belahan dunia. Perbedaan zona waktu yang awalnya terkesan sepele, pun bisa menjadi krusial apabila Anda tengah ditunggu oleh aktivitas yang berkelanjutan. Sehingga peran jam tangan dengan kemampuan penunjuk dua zona waktu bisa menjadi penyelamat ketika dibutuhkan. Di antara berbagai jam tangan dengan fitur serupa, rumah mode Hermès memiliki lini jam tangan yang kapasitasnya tak kalah atraktif, yaitu Hermès Arceau Le Temps Voyageur, yang hadir dalam dua pilihan ukuran 41mm dan 38mm, dengan daya tarik yang dipancarkan lewat tampilan dari masing-masing ukuran.

Awal mulanya, Henri d’Origny, direktur artistik dari Hermès, pada tahun 1978 mendesain seri jam tangan Arceau untuk mengemas hakikat gaya berekspresi dan semangat bepergian khas Hermès. Formulasi tersebut terus berkembang, dan berevolusi hingga ke berbagai varian lini jam tangan Arceau. Dalam edisi terbarunya, penggunaan bahan platinum, titanium dan steel dipilih berkat daya tahannya yang telah terbukti, untuk kemudian dibentuk menjadi case berbentuk bundar, dengan desain bagian pengait tali jam yang asimetris. Pemilihan desain asimetris ini, dilakukan sebagai reinterpretasi dari Hermès, bahwa jam “Traveling Time” ini mengusung mesin jam tangan Haute Horlogerie, yang secara mekanis membawa indikator penunjuk 24 zona waktu melalui wujud cakram di bagian dial jamnya.

Lewat bagian dial, Anda dapat melihat modul penunjuk waktu yang menunjukkan waktu jam, dan waktu menit lewat cakram yang dapat berpindah-pindah secara sirkuler mengikuti lokasi zona waktu. Cara mengaturnya cukup mudah, Anda hanya perlu menekan tombol yang berada di samping pukul 9, maka cakram dengan tanda panah merah akan berpindah ke lokasi zona waktu yang Anda inginkan. Untuk mengatur waktunya, cukup menarik tombol jam seperti biasa dan atur secara normal. Lalu tarik tombol ke posisi kedua, untuk mengatur sinkronisasi waktu antara waktu lokal dan waktu rumah Anda, yang diindikasikan oleh indikator di angka 12 (dalam format waktu 24 jam). Setelahnya, jam tangan ini siap untuk diajak bepergian dengan penuh gaya.

Keindahan jam tangan Arceau Le Temps Voyageur sebenarnya terdapat pada peta dunia yang tersebar di bawah modul cakram. Peta dunianya adalah hasil imajinasi dari karya seni “Planisphère d’un monde équestre” atau planet equestrian karya seniman Jérôme Colliard, peta dunia tak biasa ini biasanya sering dituangkan ke dalam produk scarf sutra dari Hermès. Fakta kecil menarik juga muncul dari indikasi “-S” di samping nama kota yang menyatakan kota berbahasa Inggris, “-V” untuk kota berbahasa Spanyol, “-K” untuk kalokairi dari kota Athena, dan alih-alih kota Paris, kata “24 FBG” atau singkatan dari 24 rue du Faubourg, atau nama jalan di mana flagship toko Hermès berada digunakan untuk menunjukkan waktu pusat dari Eropa.

Jam tangan Arceau Le Temps Voyageur ditenagai oleh caliber otomatis H1837, dengan basis mesin jam yang diperoleh dari Vaucher, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Hermès, dan modul travel time diperoleh dari Chronode, yang dikembangkan oleh Jean-François Mojon. Pada ukuran 41mm, Hermès melapisi case jamnya dengan warna abu arang. Pinggiran case diberi efek sandblasted yang bertekstur, tali jam tangannya diberi warna abu gelap matte yang terbuat dari kulit buaya. Sedangkan pada ukuran 38mm, Hermès memilih warna biru memukau dengan case berbahan steel yang diberi efek sapuan halus. Dihiasi oleh tali jam tangan dalam warna biru safir dan berbahan kulit buaya.

 

Penulis: Billy Saputra

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×