Captivating Tradition

Project Info

Project Description

Daya tarik koleksi terbaru dan tradisi Longines yang mengesankan

Matthias Breschan

CEO Longines

Mencintai pembuatan jam, sejarah, dan seni, Matthias Breschan telah memimpin Longines sejak Juli 2020, setelah sebelumnya mengelola dua merek saudara Swatch Group, Rado dan Hamilton. Dan saat merek jam mewah asal Swiss itu baru merilis koleksi jam tangan terbarunya, Collector’s Guide-Watches Indonesia berhasil mewawancarai CEO Longines yang karismatik ini, untuk mengetahui daya tarik koleksi dan tren jam tangan terbaru serta mengapa mereka tidak pernah membuat smartwatch. Simak rangkuman wawancaranya berikut ini.

Apa yang bisa kita harapkan dari koleksi Longines di tahun 2021?

Pada semester pertama kita telah meluncurkan variasi-variasi baru untuk jam tangan di segmen “Elegan” dengan ukuran, dial, dan strap yang baru untuk La Grande Classique de Longines dan Longines DolceVita. Sebuah jam tangan baru di segmen “Tradisi Pembuatan Jam” dengan Longines Silver Arrow, yang merupakan reinterpretasi akan sebuah jam dari era 1950an yang sangat mirip dengan versi aslinya. Sementara itu di segmen “Sport”, sebuah versi baru dari Longines Avigation BigEye dengan bahan titanium bertekstur dan dial shaded petrol blue dengan strap kulit alami berwarna coklat, sebuah variasi baru (stainless steel dan pink PVD) dari jam HydroConquest dan versi terbaru dari Longines Legend Diver Watch berwarna biru dan coklat, tidak lupa juga model terbaru Longines Spirit dengan dial berwarna hijau. Tentunya akan banyak jam baru yang bisa Anda lihat dalam beberapa bulan kedepan.

Apa yang menjadi tantangan terbesar Longines saat ini?

Saat ini Longines merupakan merek yang sangat kuat dan sehat. Visi dan strategi saya bisa diringkas menjadi tiga kata: sejarah, inovasi, dan keberlanjutan. Bersama dengan tim, kami ingin membawa merek ini melangkah lebih jauh lagi ke tempat yang belum pernah kita capai sebelumnya. Untuk memimpin evolusi ini, kita harus berevolusi, berinovasi, dan tetap ingin tahu. Selain itu kita bisa mengandalkan sejarah panjang dan keahlian pembuatan jam, ditambah lagi dengan kekuatan Industrial dari Swatch Group untuk mencapai tujuan kita.

Sejauh ini Longines tidak pernah membuat smartwatch, apa yang menjadi alasannya?

Smartwatch dan jam tangan “tradisional” adalah dua produk yang berbeda dan membutuhkan keahlian yang sama sekali berbeda. Pada satu sisi, Anda memiliki sebuah produk elektronik dan di sisi lain Anda memiliki sebuah produk yang tahan lama serta cocok untuk Anda dan memberikan Anda sebuah identitas. Saat ini kami berpikir bahwa para konsumen mencari merek-merek dengan nilai-nilai pembuatan jam sejati dan dengan sejarah lebih dari 190 tahun, Longines memenuhi secara tepat segala kebutuhan akan keaslian yang ditawarkan oleh jam tangan dengan nilai yang luar biasa, dan sejarah yang benar dibaliknya.

Simak liputan lengkapnya di CGW Indonesia Edisi 17/2021.

Copy link
Powered by Social Snap