A STUDY IN CONTRAST

A. Lange & Söhne menghadirkan terobosan berani dalam koleksi terbarunya dengan meminimalkan kompleksitas dan menyembunyikan dua komplikasi yang rumit

Keputusan berani menjadi kata kunci dari merek jam tangan mewah asal Jerman, A. Lange & Söhne di ajang Watches and Wonders Geneva tahun ini. Publik pun menyambut hangat koleksi Saxonia Annual Calendar terbaru serta Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen.” Secara beriringan, kedua model terbaru ini mencerminkan komitmen merek terhadap kemajuan teknis dan bahasa desainnya yang terus berkembang, menjadikan setiap detik sebagai kisah yang layak untuk diceritakan.

Saxonia Annual Calendar

Ada tantangan tersendiri dalam merancang jam tangan dengan komplikasi annual calendar: bagaimana cara menampilkan sejumlah besar informasi tanpa membuat pemakainya kebingungan? Khusus untuk model Saxonia Annual Calendar yang baru, jawabannya bukanlah dengan menambahkan lebih banyak fitur, melainkan dengan menyempurnakan apa yang sudah ada. Model terbaru ini hadir dalam dua pilihan: pink gold dengan dial berwarna abu-abu, atau white gold yang dipadukan dengan permukaan bertipe argenté. Biasanya, orang berpikir bahwa semakin banyak fungsinya, semakin baik.

Atau setidaknya, itulah logika yang sering digunakan saat berusaha memasukkan lebih banyak elemen ke dalam ruang yang terbatas. Dalam dunia pembuatan jam tangan, hal itu biasanya berarti semakin banyak komplikasi, semakin banyak pula elemen yang hadir dalam sebuah jam, sehingga bagian case-nya pun tak terhindarkan menjadi lebih besar dan bagian dial juga lebih ramai. Lagi pula, semua kompleksitas yang begitu padat itu harus ditempatkan di suatu tempat.

Namun, model Saxonia Annual Calendar dari A. Lange & Söhne kali ini justru mengambil pendekatan yang berlawanan. Dengan diameter 36mm dan ketebalan hanya 9,8mm, bagian case-nya terasa sangat ringkas di pergelangan tangan, sementara bagian lugs yang ramping dan bezel yang tipis semakin menonjolkan siluetnya yang seimbang. Keseimbangan ini kembali muncul pada bagian tata letak dial-nya. Bagian penunjuk hari terletak di posisi 9, penunjuk bulan di posisi 3, sementara penunjuk detik tambahan dan moonphase mengisi bagian bawah dial di posisi 6. Namun, kehalusan desainnya justru terletak pada detail-detailnya.

Bagian subdial yang tersembunyi memiliki tepi yang sedikit miring ke dalam, sementara sentuhan akhir bertipe azurage menciptakan perubahan pantulan yang halus saat cahaya bergerak melintasi permukaan. Kemudian, tampilan moonphase juga menghadirkan sentuhan warna yang elegan.

Terletak di bawah langit berwarna biru tua yang dihasilkan melalui proses lapisan khusus, bagian cincin ini dihiasi 428 bintang yang membentuk replika mini dari Bima Sakti. Sebagai pelengkap, jam tangan ini ditenagai oleh mesin jam calibre L207.1 terbaru yang menawarkan cadangan daya hingga 60 jam.

Seperti semua mesin jam dari A. Lange & Söhne, mesin ini dirakit dua kali, sebuah proses yang rumit yang mencerminkan standar ketat merek yang satu ini. Dengan Saxonia Annual Calendar, A. Lange & Söhne menghindari desain yang terlalu rumit. Sebaliknya, ia menyempurnakan komplikasi annual calendar menjadi sesuatu yang lebih elegan. Dan kesederhanaan yang muncul kali ini justru menjadi sebagai bentuk kecanggihan tersendiri.

Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen”

Di ajang historis ini, A. Lange & Söhne kembali menunjukkan keahlian yang hanya dimiliki oleh pabrikan asal Saxony ini: menggabungkan dua komplikasi yang terhitung rumit dalam dunia horologi, lalu menyematkannya di dalam arsitektur bertipe off-centre jam tangan ikonik Lange 1, dan kemudian membuat seluruh jam tangan tersebut bersinar dalam kegelapan. Hasilnya adalah Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen,” sebuah model edisi terbatas sebanyak 50 buah yang mendefinisikan ulang keanggunan malam hari. Secara visual, mari kita awali dengan apa yang Anda lihat, atau lebih tepatnya, apa yang Anda lihat saat cahaya padam. Setiap tampilan pada jam tangan ini bersinar. Tampilan tanggal berukuran besar, ciri khas dari model Lange 1, bersinar begitu terang sehingga mekanisme rumit yang terdiri dari penunjuk waktu dan cakram yang menunjukkan keindahan dari mesin di dalamnya menjadi terlihat dalam kegelapan.

Tampilan moonphase, yang menjadi yang pertama di dunia untuk jam tangan “Lumen,” menggabungkan indikasi siang/malam: sebuah cakram yang berputar sekali setiap 24 jam juga menampilkan langit yang terang tanpa bintang pada siang hari dan langit yang gelap bertabur bintang pada malam hari.

Ajaibnya, posisi bulan hanya akan menyimpang satu hari dari posisi sebenarnya, setelah 122,6 tahun. Hal ini tidak hanya menjadi sebuah puisi tersendiri, namun juga menunjukkan sebuah presisi yang menakjubkan. Di bagian bawah dial semi-transparan terdapat calibre L225.1 yang baru dikembangkan, sebuah mesin jam otomatis dengan tingkat kerumitan yang luar biasa. Dari 685 komponennya, terdapat tourbillon dengan mekanisme stop-seconds, serta bagian spring berbentuk V yang telah dipatenkan, yang memungkinkan akurasi hingga satu detik saat mengatur waktu.

Bagian tourbillon cage yang dibuat dari stainless steel juga memiliki salah satu sentuhan akhir yang paling membutuhkan ketelitian dalam pembuatan jam tangan. Dari satu sudut, bagian ini memantulkan cahaya. Dari sudut lain, warnanya terlihat hitam legam. Sudut-sudut bagian dalam, yang dipotong miring dan dipoles dengan tangan, adalah jenis detail yang membedakan antara bagian yang sangat bagus dengan yang benar-benar hebat. Dengan bagian case yang terbuat dari platinum 950 dalam diameter 41,9mm, jam tangan ini diproduksi sangat terbatas, hanya akan ada 50 orang terpilih yang akan mendapatkan kesempatan untuk memilikinya. Namun, bagi kita semua yang sempat melihatnya secara langsung di gerai A. Lange & Söhne di Jenewa, model “Lumen” ini menjadi pengingat yang sempurna: terkadang, cahaya yang paling cemerlang justru berasal dari tempat yang paling gelap.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×