In A Heartbeat!

Grand Seiko hadir di Jenewa dengan jam tangan mekanik paling rumit yang pernah ada

Sebetulnya hal apa yang membuat Grand Seiko menarik para kolektor jam tangan dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh merek Swiss? Perusahaan ini dianggap sebagai salah satu pembuat mesin jam tangan in-house terbesar di dunia, dengan membuat kronograf, dan Spring Drive tentu saja. Namun tidak hanya itu, pendekatan uniknya dengan interpretasi kerajinan Jepang membuatnya berbeda dan tak terkalahkan, dan mereka berhasil menghadirkan jam-jam haute horlogerie kelas dunia yang sesungguhnya, dipermanis dengan sentuhan Jepang yang halus.

Tahun ini kita dikejutkan dengan hadirnya komplikasi mekanis pertama Grand Seiko yang langsung menjadi hits dan dibicarakan banyak orang, yaitu Kodo Constant-Force Tourbillon edisi terbatas Ref. SLGT003, yang diluncurkan di ajang pameran jam tangan mewah Watches and Wonders, di Jenewa. Kodo (bahasa Jepang yang artinya detak jantung) melambangkan evolusi bagi merek jam tangan ternama asal Jepang ini dan menjadi pembukaan babak baru dalam sejarahnya.

 

Kodo Constant-Force Tourbillon berhasil menggabungkan tourbillon dan mekanisme gaya-konstan dalam satu unit, dan menjadikannya arloji pertama yang menggabungkan mekanisme tourbillon dan gaya-konstan ke dalam satu sumbu untuk stabilitas dan akurasi yang lebih besar. Kodo adalah jam kerangka pertama Grand Seiko yang menampilkan dial jam sekaligus menjadi mesin jamnya. Cahaya yang menembus jam tangan dari berbagai sudut seakan meningkatkan interaksi antara terang dan gelap. Dengan diameter 43.8mm dan ketebalan 12.9mm, casing jamnya terbuat dari kombinasi 950 platinum dan Brilliant Hard Titanium, dan pemolesan Zaratsu khas Grand Seiko yang meningkatkan pantulan cahaya pada casing. Terdapat casing bagian dalam dan bezel dari bahan platinum 950 dan sisi casing luar dan bezel terbuat dari Brilliant Hard Titanium, yaitu bahan yang secemerlang platinum dan dua kali lebih keras dari baja tahan karat.

Dan demi mempertahankan inspirasi klasik Jepang dan standar visual di seluruh desain, tali jam yang motifnya terlihat seperti kulit ikan pari ternyata terbuat dari kulit anak sapi yang dilapisi dengan pernis Urushi Jepang yang dibuat dengan getah yang dipanen dari pohon Jepang. Grand Seiko menggunakan teknik pernis Urushi tradisional Jepang dengan metode yang mirip dengan yang digunakan untuk membuat potongan pelindung kulit untuk samurai. Hasil akhirnya adalah tampilan gambar yang sebagian mengkilap dan berkerikil, menambah desain yang sangat unik secara keseluruhan. Jam tangan ini adalah produk dari tim dan studio desain baru, Atelier Ginza, yang berbasis di jantung kota Tokyo, tempat Kintaro Hattori mendirikan Seiko pada tahun 1881. Sungguh jam tangan yang unik dan layak dikoleksi. Arloji luar biasa ini akan tersedia dalam edisi terbatas sebanyak 20 unit, mulai Oktober 2022 dengan harga USD 350.000 (sekitar IDR 5,1 milyar).

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×