The Dragon Masters

Collector’s Guide WATCHES Indonesia mempersembahkan serangkaian jam tangan terbaru yang memberikan penghormatan khusus kepada tahun naga

Perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi tradisi penting bagi industri jam tangan. Setiap tahunnya, berbagai merek jam mewah seakan berlomba untuk mendesain jam unik dan menggambarkan hewan-hewan yang ada dalam 12 zodiak atau shio dalam kalender China. Mereka menciptakan produk yang dinamis dengan sentuhan khas Timur, dengan menampilkan hewan-hewan yang menempati bagian dial maupun bagian belakang jam, yang pada tahun 2024 nanti dipimpin oleh shio naga. Dalam kebudayaan China, naga dianggap mewakili kebajikan yang luar biasa, dan menjadi simbol kebangsawanan, kekuatan, keberuntungan dan kesuksesan. Naga juga memiliki arti khusus, bukan hanya karena simbol budaya China, tetapi juga karena merupakan satu-satunya makhluk mitologi yang dimasukkan ke dalam zodiak.

Bovet Récital 26 Chapter Two Golden Dragon

Bovet merilis Bovet Récital 26 Chapter Two Golden Dragon yang menunjukkan kemampuan mereka di sektor haute-luxury, yang mencakup keunggulan artisanal dan juga teknik. Sesuai namanya, sebentuk patung naga melingkar di sekeliling bagian dial jam yang diukir dengan tangan dan terbuat dari red gold 18K dengan tekstur yang halus, dan hiasan pada tubuh naga untuk teksturnya. Uniknya, meski terlihat seperti tidak ada dial jam, warna birunya digunakan sebagai warna pelengkap untuk red gold.

Terdapat miniatur dial berbentuk kubah untuk penanda jam dan menit yang berwarna biru dan berada di atas sang naga. Pada bagian bawah, si pemakai jam tangan dapat mengintip bagian cover dari indikator moonphase, dan komplikasi world time berwarna biru yang memudahkan untuk memahami waktu di negara lain. Bagian atas jam tempat miniatur dial berada terlihat lebih tebal dan dengan pengurangan bertahap pada bagian bawah, memungkinkan sudut pandang yang lebih mudah saat pergelangan tangan berada di depan Anda. Jam tangan ini relatif tebal, didukung dengan diameter 46,5mm.

Koleksi ini adalah salah satu dari sedikit jam tangan tourbillon modern yang tidak memperlihatkannya pada bagian dial jam, meskipun kita dapat mengintipnya melalui lekuk tubuh naga. Sebaliknya, kita harus membalik jam tangan ke bagian belakang sapphire caseback yang besar untuk melihat dan terpesona oleh ukiran yang rumit. Ditenagai oleh caliber 17DM06-DT, kita juga bisa melihat bagian bridge yang penuh dengan detail mengarahkan pandangan kita ke bawah menuju ke tourbillon.

Chopard L.U.C XP Urushi Year of the Dragon

Chopard meluncurkan koleksi terbaru dari lini Chinese Zodiac mereka dalam Chopard L.U.C XP Urushi Year of the Dragon Edisi Terbatas 88 buah. Jam tangan ini menampilkan dial dalam motif naga yang dibuat dengan cermat menggunakan pernis Urushi.

Bagian dial dibuat dengan tangan oleh Minori Koizumi, seorang pengrajin di Jepang yang berspesialisasi dalam teknik Maki-e yang halus. Setiap dial memerlukan tidak kurang dari 20 jam kerja, dan lapisan pernis Urushi juga diaplikasikan dan dihias dengan cat, serpihan emas, dan mother-of-pearl.

Dari segi desain, jam tangan yang dipilih untuk menjadi tuan rumah karya seni ini adalah L.U.C XP dalam balutan ethical rose gold 18 karat. Dengan diameter 39,50mm dan profil 6,80mm yang lentur, jam ini terlihat elegan dan nyaman saat dikenakan di pergelangan tangan. Tipisnya profil jam ini dimungkinkan berkat mekanisme mesin jam otomatis L.U.C 96.17-L.

Mesin caliber setebal 3,30mm, yang diisi oleh micro-rotor dari emas 22 karat. Mesin berjalan pada 4Hz, dan berkat dua barel bertumpuk, mesin akan menghasilkan 65 jam ketika movement tersebut diputar sepenuhnya. Mesin jam ini juga dilengkapi dengan Cotes de Genève, perlage, dan sudut yang indah.

Pada bagian micro-rotor juga dihiasi dengan pola sunburst dan logo L.U.C. Satu hal yang membuatnya semakin istimewa adalah fakta bahwa Chopard meluncurkan seri L.U.C XP Urushi pertamanya pada tahun 2013, dan dengan tahun Naga di 2024, merek ini secara resmi menyelesaikan siklus 12 tahun Zodiak China. Hebatnya, nanti akan ada persembahan khusus Chopard, yaitu sebuah box set istimewa yang berisi koleksi dari 12 L.U.C XP Urushi yang akan diluncurkan pada tahun 2024.

TAG Heuer Carrera Chronograph, Year of the Dragon

Naga, hewan yang dikaitkan erat dengan kekuatan dan karisma adalah karakteristik yang sangat selaras dengan semangat TAG Heuer. Untuk menandai tahun yang penting ini, TAG Heuer mempersembahkan dua jam tangan edisi terbatas: TAG Heuer Carrera Chronograph, Year of the Dragon dalam versi stainless-steel dan rose gold.

Sebagai model Carrera Chronograph, jam tangan ini tidak hanya menghidupkan warisan TAG Heuer dalam segi balap dan olahraga motor. Pada saat yang bersamaan, mereka juga memberi penghormatan kepada hewan naga di tengah berbagai elemen yang diambil dari budaya China.

Terdapat jarum jam di tengah yang dipernis berwarna merah, kaligrafi karakter naga pada posisi jam 6, dan yang paling mengesankan adalah hadirnya sesosok naga yang tercetak pada sapphire glass di bagian belakang case.

Elemen visual penting lain termasuk dua subdial “azuré” berwarna merah pada pukul 3 dan 9, dan bagian dial bertipe sunray-brushed (perak untuk versi stainless-steel dan rose gold-plated 18K 5N untuk versi rose gold), yang mencerminkan tata letak “reverse panda” yang terkenal.

Pada bagian belakang jam, selain naga yang melingkar, detil mekanisme mesin Calibre Heuer 02 yang rumit juga ditampilkan, bersama dengan dua ukiran: “Limited Edition” dan “One of 300” untuk versi stainless-steel atau “One of 50” untuk versi rose gold, menunjukkan jumlah produksi masing-masing yang sangat terbatas.

Dua elemen lainnya berwarna merah juga menjadi pelengkap yang manis untuk jam tangan ini, yaitu tali kulit buaya berwarna merah, dan kotak khusus untuk jam tangan tersebut. Sebagai catatan, untuk kotak jam tangannya, masing-masing hadir dalam warna yang serasi dengan elemen merah pada jam dan menampilkan simbol naga dalam warna beige ​​yang elegan. Sulit untuk meremehkan pentingnya tahun naga dalam budaya China; dan yang menakjubkan, TAG Heuer telah menciptakan jam tangan yang indah dan mencerminkan semangat perayaan yang muncul sekali dalam setahun tersebut sambil tetap memberikan penghormatan kepada akar tradisionalnya.

Grand Seiko SBGH323 Limited Edition Red Dragon Automatic Hi-Beat 36000

Merek jam tangan asal Jepang, Grand Seiko, juga turut memberikan penghormatan kepada sang naga melalui model SBGH323 Red Dragon Automatic Hi-Beat 36000 mereka yang dibuat dalam edisi terbatas sebanyak 88 buah. Dari segi desain, model SBGH323 ini memiliki dial jam bermotif radial berwarna merah tua yang dijuluki “Naga Merah” yang kontras dengan jarum detik berwarna emas dan melengkapi tema keberuntungan dari jam tangan tersebut.

Desain case jamnya juga merupakan reinterpretasi modern dari model 62GS mereka yang ikonik. Diluncurkan pada tahun 1967, model 62GS adalah jam tangan pertama Grand Seiko yang dilengkapi mesin jam otomatis. Jam tangan ini mendapatkan popularitas karena desainnya yang istimewa dengan case bertipe mirrored yang memiliki banyak sisi dan bukaan dial yang lebar, yang dicapai dengan konstruksi bebas bezel dan teknik pemolesan Zaratsu khas merek ini. Kombinasi elemen-elemen ini menjadikan model ini jam tangan yang bersih, ramping, mudah dibaca, dan nyaman.

Pada bagian dalam dari komposisi visual yang kontras ini, terdapat mesin jam calibre 9S85 dari Shizukuishi Watch Studio di Prefektur Iwate. Mesin jam canggih dan modern ini memanfaatkan inovasi pada bagian mainspring, hairspring, dan escapement untuk meningkatkan tingkat presisinya.

Calibre 9S85 juga merupakan hasil dari pengembangan dan kemajuan selama bertahun-tahun, baik dalam desain maupun pembuatan komponen dan bahannya. Mesin jam yang memiliki cadangan daya selama 55 jam ini mendemonstrasikan kekuatan murni dari Mechanical Hi-Beat 36.000. Sebagai sentuhan akhir, jam tangan stainless-steel ini dipasangkan dengan tambahan tali kulit Python berwarna merah yang menyerupai warna dial, serta dilengkapi opsi gelang jam dari stainless-steel.

Jaeger-LeCoultre Reverso Tribute Enamel ‘Dragon’

Jaeger-LeCoultre menambahkan babak baru dalam kisah keahlian pembuatan jam mereka melalui model terbaru Reverso Tribute Enamel ‘Dragon.’ Sesuai dengan namanya, model ini memberikan penghormatan kepada tahun Naga dan juga pada bakat para ahli pembuat enamel dan pengukir di studio Métiers Rares di manufaktur Jaeger-LeCoultre.

Hanya dengan memutar case Reverso ke sisi sebaliknya, kita bisa melihat ukiran seekor naga agung yang dikelilingi oleh awan keemasan. Diukir pada case yang terbuat dari pink gold, hewan naga di sini tampak melompat keluar dari latar belakang enamel “Grand Feu” dalam warna hitam. Permukaan tubuh naga yang dipoles, detail sisiknya yang halus dan juga tekstur awan yang kontras seakan meningkatkan ilusi gerakan dan juga menunjukkan kekuatan.

Untuk memaksimalkan kedalaman ukiran sang naga digunakan teknik yang disebut modelled engraving, yaitu keterampilan yang membutuhkan fokus yang mutlak dan ketangkasan luar biasa. Menariknya, pekerjaan ahli pengukir mereka tidak dimulai dengan permukaan kosong seperti biasanya, namun dengan permukaan yang sudah memiliki lapisan enamel “Grand Feu,” sehingga memerlukan ketelitian yang lebih guna menghindari semua risiko kerusakan pada enamel asli yang sudah ada.

Pada sisi bagian depan, dial jam juga menampilkan enamel “Grand Feu” dalam warna hitam yang sama dengan case bagian belakang. Kesederhanaan yang elegan ini ditunjukkan dial jam Reverso Tribute dengan keindahan latar belakang hitam yang mengilap, dan membuktikan tingkat keterampilan yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman bertahun-tahun.

Jaeger-LeCoultre tetap menjadi salah satu dari sedikit merek jam tangan yang memiliki manufaktur untuk enamel itu sendiri, yang menjaga dan juga memajukan kerajinan kuno ini.

Reverso Tribute Enamel ‘Dragon’ yang dibuat untuk merayakan Tahun Baru Imlek ini adalah sebuah bukti visi budaya dan kreativitas dari Jaeger-LeCoultre, di mana kerajinan artistik hidup dalam harmoni yang sempurna dengan keahlian teknis para pembuat jam tangan.

Piaget Dragon and Phoenix Watches

Pada tahun 2012, Piaget menyambut tahun naga dengan koleksi khusus yang luar biasa, dengan menciptakan 24 referensi yang mencakup empat komplikasi pembuatan jam tangan tingkat tinggi, delapan jam tangan Metiers d’Art, dan dua jam tangan Secret High Jewellery. Hal ini diteruskan setiap tahunnya dengan jam tangan individual yang dibuat dengan indah yang memberi penghormatan kepada hewan-hewan di tahun tersebut.

Tahun ini, Piaget menandai dimulainya siklus 12 tahun berikutnya dengan koleksi kapsul baru yang spektakuler yang memberikan penghormatan untuk Dragon and Phoenix yang menggabungkan simbol maskulinitas dan feminitas China. Di antara 10 model terbaru ini, salah satu yang menarik adalah Piaget Altiplano Zodiac.

Kali ini, master enameller Anita Porchet yang sudah berkolaborasi dengan Piaget sejak tahun 2006, sekali lagi meminjamkan keahliannya untuk menciptakan dua model Altiplano Zodiac terbaru berukuran 38mm yang menampilkan naga berwarna biru, dan Phoenix yang berwarna campuran merah, pink dan oranye. Dibuat masing-masing secara terbatas sebanyak 38 buah, motifnya nampak terlihat terbang di antara awan, dengan langit yang dibuat dari kombinasi mother-of-pearl berwarna abu-abu dan putih.

Selain Piaget Altiplano Zodiac, satu kreasi yang juga menarik perhatian adalah Piaget Emperador dengan motif naga yang terbang di sekeliling dial yang dikombinasikan dengan flying-tourbillon dalam satu konstruksi dial yang menawan. Naga berukir emas ini sangat memikat dan secara sensual melingkari bagian case hingga ke sisi bagian dial jam. Berlian dan sapphire yang disusun sedemikian rupa membangkitkan langit biru yang dihiasi bintang berkelap-kelip di malam hari. Jam tangan berukuran 46mm ini melambangkan Piaget sebagai perjumpaan flamboyan antara pembuatan jam tangan kelas atas dan perhiasan yang penuh inspirasi, dan benar-benar merupakan sebuah ciptaan dengan keindahan yang tak terduga.

Koleksi kapsul terbaru dari Piaget ini menandai siklus baru yang menarik dalam rangka Tahun Baru Imlek. Penuh dengan energi dan emosi, seluruh kreasi dalam lini ini menampilkan perpaduan keahlian pembuatan jam tangan yang unik dan penempatan perhiasan yang presisi, seraya mendorong batas-batas kreativitas, keberanian dan tetap menghormati budaya yang menjadi inspirasi awal terciptanya jam tersebut.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×