From Indonesia With Love

Dimulai dengan kapas, wirausahawan sosial dan Rolex Awards 2023 for Enterprise Laureate, Denica Riadini-Flesch telah berhasil meregenerasi tanah, kehidupan dan tradisi di Indonesia

Nama pengusaha asal Indonesia Denica Riadini-Flesch semakin melambung setelah ia dinobatkan sebagai salah satu dari lima pemenang penghargaan bergengsi 2023 Rolex Awards for Enterprise, yang dipilih oleh juri independen yang terdiri dari 10 pakar internasional. Mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kehidupan sekaligus melindungi planet ini untuk generasi mendatang. Merek jam tangan Swiss, Rolex mendukung mereka yang berusaha keras untuk melindungi dan melestarikan Planet Abadi (Perpetual) untuk generasi berikutnya.

CEO dan pendiri SukkhaCitta ini telah berhasil mengubah cara pembuatan dan penjualan pakaian, hingga ke cara bahan-bahannya ditanam, sekaligus memberdayakan masyarakat pedesaan pengrajin wanita yang membantu menciptakannya, dan telah berhasil menciptakan salah satu rantai pasokan pakaian regeneratif pertama di dunia, yang dinamainya SukkhaCitta. Collector’s Guide-WATCHES Indonesia berkesempatan mewawancarainya sehari setelah acara penyerahan penghargaan bergengsi tersebut di Singapura. Dalam sesi wawancara eksklusif yang dihadiri perwakilan media dari berbagai negara di Asia Tenggara itu ia mengaku, “Proyek ini telah menunjukkan kepada saya apa yang dapat Anda capai jika Anda menempatkan perempuan dan alam sebagai inti keputusan Anda.” Ia juga menjelaskan makna khusus di balik nama ‘SukkhaCitta’, yang diadaptasi dari bahasa Sanskerta, ‘Sukkha’ bermakna kegembiraan, dan ‘Citta’ adalah kain. Dan saat digabungkan, nama ‘SukkhaCitta’ ini diharapkan dapat menjadi busana yang menghantarkan kebahagiaan atau sukacita untuk pembuat maupun pemakai produknya.

Wanita lulusan Universitas Erasmus di Rotterdam ini pernah menjadi asisten profesor sebelum bekerja sebagai ekonom pembangunan dan konsultan Bank Dunia. Saat ia bekerja untuk Bank Dunia ia sering bepergian ke pedesaan dan bertemu dengan perempuan setempat. Di sanalah ia menyadari bahwa yang dibutuhkan adalah pekerjaan yang adil, bukan bantuan. Hingga akhirnya di tahun 2016, bersama tiga wanita lainnya, ia mendirikan SukkhaCitta, yang memberikan upah layak kepada para pengrajin untuk membuat pakaian indah yang dijual langsung ke pelanggan di lebih dari 30 negara melalui situs web dan peritel mereka. Kini, tim yang terdiri dari 15 koordinator ini mengelola lebih dari 450 perempuan yang telah mengalami peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 60 persen. SukkhaCitta terus berfokus pada pemberdayaan pengrajin pedesaan di Indonesia, menggunakan teknik tradisional dan berkelanjutan untuk membuat produk kelas atas.

Wirausahawan sosial yang selalu tampil sederhana ini telah berhasil mengubah masa depan perajin perempuan pedesaan melalui merek pakaian farm-to-closet miliknya. Dia memberi mereka upah layak untuk membeli pakaian tradisional yang terbuat dari bahan-bahan yang ditanam menggunakan pertanian regeneratif, sehingga memberikan kehidupan baru ke dalam warisan budaya negara yang kaya. Pekerjaan SukkhaCitta dimulai dengan kapas, yang ia pastikan berasal dari sumber yang berkelanjutan. Para petani yang bekerja dengan merek tersebut diajari teknik-teknik asli untuk menanam kapas sekaligus meregenerasi bumi.

Di ladang mereka, tanaman pelengkap ditanam di samping kapas, yang masing-masing mempunyai peranan tersendiri dalam merevitalisasi tanah yang terlalu banyak dikerjakan. Setelah kapas dipanen, dipintal, dan ditenun oleh para perempuan, kapas tersebut diwarnai menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan. “Kami telah mencegah lebih dari 3 juta liter pewarna beracun dibuang ke sungai kami dengan menggunakan pewarna alami,” jelasnya.

Berkat penghargaan bergengsi dari Rolex, kini kegiatannya semakin dikenal banyak orang, dan Denica berbagi cerita tentang rencana selanjutnya. “Saya tentu saja sangat berterima kasih dan bangga akan penghargaan dari Rolex ini, yang telah menjadi tonggak penting dalam hidup saya. Selanjutnya adalah bagaimana kami dapat menskalakan model ini ke seluruh industri dan sektor. Yang banyak diketahui orang tentang SukkhaCitta adalah tentang pakaian.

Padahal yang kami kerjakan di lapangan tidak ada sangkut pautnya dengan pakaian, melainkan mengenai bagaimana pakaian ini dibuat, mulai dari petaninya. Bayangkan jika kita bisa mereplikasi pola tersebut di sektor pangan, pertanian, dan sektor lainnya, juga di negara lain. Jadi itulah yang memotivasi saya untuk mendaftarkan SukkhaCitta di Rolex Awards for Enterprise, sehingga mereka dapat membantu saya memperkuat pesan ini, dan kami dapat menyebarkan kesadaran dan mulai mereplikasinya ke seluruh sektor,” jelasnya.

“Penghargaan Rolex akan memungkinkan kami untuk memperkuat model kami dengan melakukan penskalaan secara fisik di seluruh sekolah, tetapi juga mendigitalkan kurikulum kami sehingga kami dapat menjangkau lebih banyak perempuan di seluruh Indonesia. Itu sebabnya kami merayakannya bersama, karena kami tahu apa arti kesempatan ini bagi banyak perempuan yang kini dapat merasa dilihat dan dihargai lagi,” lanjut Denica.

Denica berencana untuk memperluas rantai pasok pakaian regeneratifnya, memperkuat pemberdayaan perempuan, dan melestarikan budaya lokal Indonesia. Lebih dari 1.500 orang terkena dampak positif dari proyek mulia ini, mulai dari petani hingga penenun dan penjahit ulung. Denica juga berencana menjangkau 10.000 orang pada tahun 2030 sambil meregenerasi 1.000 hektar tanah terdegradasi dan sedang mengembangkan aplikasi untuk memperluas pelatihan SukkhaCitta hingga ke wilayah paling terpencil di Indonesia.

Mengenai bagaimana ia dapat mempertahankan DNA mereknya sembari terus menciptakan karya baru setiap tahun, ia mengaku, “Itu karena sifat keras kepala, kegigihan dan idealisme yang saya pertahankan. Sebelum kami meluncurkan sesuatu yang baru, semuanya harus dirasakan dan diuji terlebih dahulu. Saya harus mencoba dan menguji setiap potongan dan model yang diajukan oleh para desainer kami, karena menurut saya, produk kami diciptakan bukan untuk hanya dikenakan sekali saja.

Apakah produk ini cukup serbaguna atau cukup tahan lama untuk dikenakan di mana saja. Itu tugas saya untuk menguji semuanya, saya rasa begitulah cara kita untuk menjaga DNA dari produk yang kita hasilkan, memiliki visi tentang apa standar produk yang akan membuat Anda bangga. Dan hanya memberikan lampu hijau jika produk tersebut sudah memenuhi semua standar kami.”

 

Foto: © Rolex/Sébastien Agnetti

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×