THE BOND BEFORE BOND

Melalui 007 First Light, OMEGA menghadirkan Seamaster Diver 300M Chronograph yang lahir dari kisah awal James Bond dalam format permainan gim video

Selama hampir enam dekade, kiprah penuh aksi James Bond berkembang melalui layar lebar, lengkap dengan mobil, gawai, dan jam tangan yang kemudian menjadi bagian dari identitas karakternya. Namun pada 2026, hikayatnya mengambil medium yang berbeda melalui 007 First Light, sebuah permainan gim video yang dikembangkan oleh IO Interactive bersama Amazon MGM Studios. Permainan ini tidak melanjutkan cerita Bond yang sudah dikenal publik, melainkan kembali ke masa ketika ia masih berusia 26 tahun dan baru memasuki dunia intelijen Inggris. Menariknya, salah satu perlengkapan yang digunakan sepanjang permainan bukan hanya hadir sebagai properti digital. OMEGA kemudian mewujudkan Seamaster Diver 300M Chronograph yang muncul di dalam gim video tersebut menjadi sebuah jam tangan yang dapat dikenakan oleh penggemar sejati.

Sejak pertama kali muncul di layar lebar melalui Dr. No pada 1962, James Bond telah berkembang menjadi salah satu karakter paling bertahan dalam budaya populer. Selama lebih dari enam dekade, waralaba ini telah melahirkan 25 film dan diperankan oleh enam aktor yang masing-masing membawa interpretasinya sendiri terhadap sosok agen rahasia Inggris tersebut. Dari era Sean Connery hingga Daniel Craig, Bond terus berubah mengikuti zamannya tanpa kehilangan identitas dasarnya. Namun 007 First Light mengambil arah penceritaan yang unik. Alih-alih melanjutkan salah satu versi yang telah dikenal publik, permainan ini memilih untuk kembali ke titik awal dan membayangkan bagaimana perjalanan Bond dimulai sebelum ia memperoleh statusnya sebagai 007.

Pilihan untuk kembali ke awal tersebut menjadi fondasi utama 007 First Light. Dalam permainan ini, Bond digambarkan sebagai pria berusia 26 tahun yang masih jauh dari sosok agen rahasia berpengalaman yang selama ini dikenal publik. Ia memulai perjalanannya sebagai awak udara Angkatan Laut Kerajaan Inggris sebelum direkrut oleh MI6 dan diperkenalkan pada dunia spionase internasional yang penuh risiko. Dengan demikian, pemain tidak mengikuti kisah seorang agen yang telah terbentuk, melainkan menyaksikan proses pembentukannya. Pilihan kreatif tersebut memungkinkan pengembang menghadirkan interpretasi Bond yang lebih muda, lebih impulsif, dan masih belajar memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil sepanjang misi yang dijalankannya.

Untuk membangun interpretasi baru tersebut, Amazon MGM Studios menggandeng IO Interactive, studio asal Denmark yang dikenal melalui seri Hitman. Selama dua dekade terakhir, IO Interactive membangun reputasinya melalui permainan yang menempatkan strategi, penyamaran, dan kebebasan pemain dalam menyelesaikan misi sebagai elemen utama. Formula permainan tersebut terasa selaras dengan dunia James Bond yang selama ini tidak hanya mengandalkan aksi, tetapi juga kecerdikan dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Melalui 007 First Light, kolaborasi keduanya menghasilkan sebuah cerita orisinal yang berdiri sendiri di luar alur film-film sebelumnya. Di dalam dunia yang baru dibangun inilah OMEGA kemudian hadir, bukan hanya sebagai penempatan produk, melainkan sebagai bagian dari perjalanan Bond itu sendiri.

Peran OMEGA dalam 007 First Light tidak berhenti pada fungsi sebagai perlengkapan yang dikenakan karakter utama. Di dalam permainan, Seamaster Diver 300M Chronograph menjadi salah satu alat yang membantu Bond menjalankan berbagai misinya. Jam tangan tersebut dilengkapi perangkat peretasan yang mampu mengganggu peralatan elektronik serta temali berteknologi laser yang digunakan dalam situasi tertentu selama permainan. Fungsi-fungsi tersebut mengikuti tradisi panjang dunia James Bond yang kerap menjadikan jam tangan sebagai salah satu alat pendukung operasi lapangan. Menariknya, OMEGA tidak membiarkan jam tangan itu tetap berada di dunia digital. Maison asal Biel/Bienne tersebut kemudian mewujudkan desain yang sama ke dalam bentuk fisik dan menjadikannya bagian dari koleksi James Bond di dunia nyata.

Berdiameter 44 mm dan dibuat dari baja nirkarat, model ini menjadi kronograf pertama dalam sejarah Seamaster Diver 300M yang dikaitkan dengan Bond. Bezel keramik hitam dengan skala selam enamel putih mengelilingi pelat jam keramik hitam berukir motif gelombang khas Seamaster, sementara cincin subdial pada posisi pukul tiga diberi sentuhan PVD emas perunggu yang juga digunakan pada jarum detik kronograf. Detail lain seperti pushers keramik hitam dan helium escape valve pada posisi pukul sepuluh mempertahankan identitas Diver 300M yang telah lama dikenal kolektor. Di balik tampilannya, jam tangan ini ditenagai Co-Axial Master Chronometer Calibre 9900 dengan cadangan daya 60 jam yang dapat diamati melalui caseback safir berlogo 007 First Light.

Dari beberapa jam tangan edisi James Bond keluaran Omega sebelumnya yang mengambil inspirasi dari film, Seamaster Diver 300M Chronograph 007 First Light memiliki daya tariknya tersendiri. OMEGA juga menghadirkan temali NATO eksklusif dengan pola garis berwarna hitam, abu-abu, dan krem. Kombinasi warna tersebut sama dengan OMEGA yang dikenakan Bond dalam No Time To Die, meski kali ini hadir dengan pola yang distingtif dan dilengkapi Seamaster buckle khusus serta ukiran 007 dan First Light pada keepers-nya. Bahkan kotak presentasinya dibuat menyerupai koper yang digunakan untuk membawa jam tangan di dalam permainan. Bagi mereka yang ingin memperluas pengalaman tersebut, OMEGA juga menawarkan enam pilihan NATO tambahan secara terpisah melalui koleksi aksesori resminya.

Penulis: Billy Saputra

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×