SIMPLICITY IS THE ULTIMATE LUXURY

MIDO Menandai Babak Baru Ocean Star 200 di Seoul Bersama Lee Jong Suk

Sebuah jam tangan mungkin diciptakan untuk mengukur waktu, tetapi di balik setiap koleksi baru selalu tersimpan cerita yang jauh lebih besar. Itulah yang terasa ketika MIDO memilih Seoul sebagai panggung peluncuran Ocean Star 200, sekaligus memperkenalkan aktor Lee Jong Suk sebagai Global Ambassador. Perpaduan antara warisan horologi Swiss dan energi kreatif Korea Selatan menghadirkan sebuah momen yang terasa relevan dengan arah perkembangan industri jam tangan saat ini.

Di tengah pesatnya tren luxury watch yang semakin mengedepankan gaya hidup, MIDO tidak mencoba tampil berlebihan. Sebaliknya, merek asal Swiss ini tetap berpegang pada kekuatannya: menghadirkan jam tangan mekanis dengan desain yang bersih, kualitas yang dapat diandalkan, dan karakter yang bertahan melampaui pergantian tren.

Ocean Star 200 menjadi cerminan pendekatan tersebut. Koleksi ini mempertahankan identitas sebagai jam tangan penyelam, namun dirancang agar tetap nyaman dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Proporsi casing yang seimbang, dial biru dengan sentuhan aksen oranye, serta detail finishing yang rapi memperlihatkan bahwa MIDO memahami kebutuhan pemilik jam tangan modern—mereka yang menginginkan performa tanpa harus mengorbankan estetika.

Di balik tampilannya, Ocean Star 200 dibekali mesin otomatis Caliber 80 dengan cadangan daya hingga 80 jam, lengkap dengan teknologi Nivachron™ yang membantu menjaga akurasi dari pengaruh medan magnet. Ketahanan air hingga 200 meter tetap menjadi ciri khas koleksi Ocean Star, mempertegas bahwa fungsi profesional masih menjadi bagian penting dari identitasnya.

Pemilihan Lee Jong Suk sebagai wajah baru MIDO juga terasa alami. Sosoknya dikenal memiliki gaya yang sederhana namun elegan, sehingga mampu mewakili karakter Ocean Star 200 tanpa harus mencuri perhatian dari produk itu sendiri. Dalam dunia horologi, kolaborasi yang paling berhasil bukanlah ketika seorang ambassador menjadi pusat cerita, melainkan ketika kepribadiannya mampu memperkuat identitas sebuah jam tangan. Itulah yang tampak dalam kolaborasi ini.

Lebih dari sekadar peluncuran produk, acara di Seoul menunjukkan bagaimana MIDO terus membangun hubungan dengan generasi baru pencinta jam tangan. Di pasar yang semakin kompetitif, pendekatan tersebut menjadi penting. Konsumen kini tidak hanya mencari spesifikasi atau nama besar, tetapi juga nilai, cerita, dan koneksi emosional yang membuat sebuah jam tangan layak dimiliki.

Ocean Star 200 hadir dengan keseimbangan yang menarik antara tradisi dan modernitas. Ia tetap membawa DNA penyelam yang telah lama menjadi bagian dari sejarah MIDO, namun dikemas dalam desain yang lebih segar dan mudah diterima oleh generasi masa kini. Sebuah pengingat bahwa dalam dunia horologi, inovasi tidak selalu berarti mengubah segalanya. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah menyempurnakan apa yang sudah terbukti baik, dan MIDO melakukannya dengan elegan melalui Ocean Star 200.

OCEAN STAR 200 X LEE JONG-SUK

Dalam sesi wawancara eksklusif, sang brand ambassador Lee Jong-Suk mengungkapkan bahwa hal pertama yang menarik perhatiannya bukanlah desain jam tangan semata, melainkan filosofi yang diusung MIDO. “Saya sangat terkesan dengan filosofi merek MIDO, yaitu konsistensi, presisi, dan nilai yang tak lekang oleh waktu. Nilai-nilai tersebut juga saya pegang dalam perjalanan karier saya sebagai seorang aktor,” ujarnya.

Kesamaan nilai tersebut menjadi alasan mengapa ia merasa memiliki kedekatan dengan identitas yang dibangun MIDO selama bertahun-tahun. Berbicara mengenai gaya pribadi, ia mengaku lebih menyukai penampilan yang formal dan sederhana. Baginya, jam tangan bukan sekadar aksesori, tetapi elemen yang menyempurnakan keseluruhan penampilan. “Saya biasanya mengenakan pakaian dengan gaya yang simpel dan formal. Karena itu, saya memilih jam tangan yang dapat melengkapi penampilan tanpa terlihat berlebihan,” katanya.

Pada acara peluncuran tersebut, ia mengenakan MIDO Ocean Star 200 dengan dial berwarna biru tua. Menurutnya, warna tersebut berpadu sempurna dengan busana yang dikenakannya hari itu, sehingga memberikan tampilan yang elegan namun tetap modern. Selain membahas dunia mode, ia juga mengenang pertemuannya dengan para penggemar di berbagai negara. Ia juga mengungkapkan fakta menarik bahwa warna oranye, yang merupakan identitas visual MIDO, ternyata juga merupakan warna favoritnya. Menurutnya, kesamaan kecil tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya semakin dekat dengan merek tersebut.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kolaborasi desain bersama MIDO, ia mengungkapkan bahwa pembahasan masih berlangsung. Meski belum dapat memberikan detail lebih lanjut, ia mengisyaratkan bahwa para penggemar dapat menantikan sesuatu yang menarik di masa mendatang. Mengenai fashion, ia mengaku bahwa ketika masih muda dirinya lebih gemar bereksperimen dengan gaya berpakaian. Kini, dengan dukungan para stylist profesional, pandangannya justru menjadi lebih sederhana. “Bagi saya, kesederhanaan adalah bentuk kemewahan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Filosofi tersebut juga tercermin dalam cara ia memadukan jam tangan dengan busana. Menurutnya, desain MIDO akan lebih menonjol ketika dikenakan bersama outfit yang simpel dan elegan. Ketika diminta mendeskripsikan jam tangan yang dikenakannya dalam tiga kata, ia memilih diver watch, elegan, dan cocok dipadukan dengan berbagai gaya.

Menutup wawancara, dengan ramah ia menyampaikan pesan khusus kepada para penggemarnya di Indonesia. Ia mengenang liburannya di Bali sebagai salah satu perjalanan yang sangat berkesan. Keindahan laut dan langit malam di Pulau Dewata bahkan mengingatkannya pada peluncuran Ocean Star 200 yang mengusung semangat petualangan di laut.

Ia juga mengenang kunjungan resminya ke Jakarta, di mana ia selalu mendapat sambutan hangat dari para penggemarnya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh penggemar di Indonesia atas sambutan yang selalu luar biasa. Saya sangat merindukan kalian dan berharap bisa segera kembali,” tutupnya.

Share via
Copy link
×