EVERY DETAIL MATTERS
Menyelami sisi eksploratif pembuatan jam tangan Jepang dari Seiko Power Design Project 2026
Di dalam dunia jam tangan, nilai mewah tidak selalu berangkat dari material emas, berlian, maupun komplikasi mekanis yang kompleks. Kerap kali kemewahan justru bersembunyi di dalam detail yang luput dari pandangan, seperti pantulan cahaya pada indeks, ragam tekstur pada dial, sampai bentuk jarum detik yang khas. Filosofi ini menjadi inti dari Seiko Power Design Project 2026, yaitu sebuah pameran konseptual dari Seiko yang berlangsung di Jepang.
Kini untuk pertama kalinya pameran tersebut tiba di Jakarta sebagai destinasi internasional perdananya. Di area Marygold Markt, Level 3 Plaza Senayan, pengunjung dapat menikmati pameran sejak tanggal 20 Juli hingga 1 Agustus 2026. Pameran yang bertajuk Passionately and Obsessively Crafted Watches ini menghadirkan tujuh concept watch yang mengeksplorasi elemen-elemen fundamental dalam seni pembuatan jam tangan.
Kevin Lie, sebagai Director dari PT Asia Jaya Indah menyampaikan pentingnya memperkenalkan penggemar jam tangan di Indonesia pada sisi artistik Seiko lewat pameran ini, “Melalui Seiko Power Design Project 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang memperlihatkan bahwa di balik sebuah jam tangan terdapat proses berpikir, ketelitian, dan perhatian terhadap detail yang sangat mendalam. Kehadiran pameran ini di Jakarta menjadi kesempatan bagi publik Indonesia untuk mengenal sisi eksploratif Seiko, di mana craftsmanship tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari cara setiap elemen desain diberi makna.”
Power Design Project bukanlah proyek desain biasa. Inisiatif ini berawal di tahun 2001 sebagai ruang kreatif untuk para desainer internal Seiko, yang memberikan kebebasan penuh kepada mereka untuk mengeksplorasi ide yang melampaui batas desain komersial. Meski sempat vakum selama 13 tahun, proyek ini kembali “dihidupkan” pada 2022 silam. Alih-alih fokus pada penjualan, Power Design Project mengajak desainer untuk terlibat dalam laboratorium kreatif dan kembali pada imajinasi.
Tujuh desainer internal Seiko merespons tema Power Design Project tahun ini dengan menginterpretasikan berbagai komponen jam tangan. Pada Machining Marks, Naoya Sukeda selaku Design Director of Seiko Selection Team yang hadir di Jakarta menggali keunikan bekas pemesinan pada material jam tangan.
Bagian dari proses manufaktur ini biasanya dihilangkan demi menghasilkan permukaan yang sempurna, namun ia justru melakukan hal sebaliknya. Jejak produksi tersebut ia manfaatkan sebagai bahasa desain utama dengan mengubah sesuatu yang biasanya disembunyikan menjadi simbol kejujuran craftsmanship. Eksplorasinya menghasilkan sebuah jam tangan yang memberi atmosfer gaya brutalisme namun elegan.
Design Director of Credor Team, Miho Wada, turut menceritakan karyanya yang fokus pada komponen Bar Indices di momen pembukaan pameran. Lewat imajinasinya, indeks berubah menjadi elemen arsitektural yang menciptakan ritme visual berkat pantulan cahaya dan penempatan menyebar pada permukaan dial.
Sejumlah prisma dan limas segitiga beragam bentuk dipoles mengilap menyerupai bentuk potongan berlian sehingga cahaya pantulannya berpendar ke berbagai sisi. Dalam Spherical Surface, Yu Ishihara mengeksplorasi permukaan bundar sebagai bentuk yang mampu menangkap dan memantulkan cahaya di sekitarnya. Ia merancang kaca penutup, bingkai, badan jam, hingga lapisan luar secara satu kesatuan untuk menampilkan permainan cahaya, gradasi bayangan, dan kesan tiga dimensi.
Kemudian dalam elemen Dial Texture, Takuya Matsumoto menerjemahkan kekagumannya terhadap ukiran arsitektur Islam khususnya Alhambra Palace ke dalam rupa tiga dimensi. Ia menggunakan motif arabesque untuk menggambarkan perubahan musim di Jepang. Wujudnya menghasilkan tekstur bervariasi di tiap seperempat bagian dial yang mempunyai kedalaman.
Selanjutnya Kento Ito mengangkat proses memutar crown secara manual sebagai pengalaman sentuhan yang memperkuat hubungan manusia dan jam tangan mekanis dalam tajuk Manual Winding. Ia mengadopsi inspirasi proses fine tuning mekanisme mesin dan menerjemahkan hubungan tersebut ke dalam desain crown yang terhubung pada bezel yang mampu bergerak seperti gigi roda.
Tema Day Indicator menjadi tumpuan Akihiro Hasegawa untuk mengangkat fungsi penunjuk hari sebagai teknologi klasik sederhana yang memiliki kedekatan emosional dengan manusia. Ia menggunakan elemen tersebut untuk membuat hari-hari pengguna jam lebih dekat dengan suasana hati, rutinitas, dan ritme keseharian. Yang terakhir adalah Hands kreasi Yuki Omori.
Lewat desain karakter kucing yang menggemaskan bernama Ten-chan, Yuki menjadikan jarum jam sebagai bagian dari tangan, kaki, dan ekor yang bergerak mengikuti waktu. Siapa sangka kekuatan animasi dapat menyampaikan emosi lewat gerakan sederhana. Salah satu daya tarik dari Power Design Project adalah tujuh concept watch tersebut tidak diciptakan semata-mata untuk menjadi produk komersial. Ia menjadi ruang eksperimen tempat para desainer mengeksplorasi kemungkinan baru dan membuka percakapan mengenai masa depan desain Seiko. Di tengah derasnya arus teknologi dan kecerdasan buatan, rupanya sentuhan manusia yang mendetail masih menjadi inti dari sebuah karya yang bermakna.
Penulis: Ardhana Utama















