NEW WAVE FROM GRAND SEIKO

Grand Seiko membawa Ushio 300 dan sebagai novelties 2026 dari Jenewa ke Jakarta dalam sebuah pratinjau eksklusif untuk media

Di balik fasad bernuansa biru yang menghadap koridor Pacific Place, sejumlah perwakilan media berkumpul untuk melihat lebih dekat Grand Seiko Novelties 2026. Beberapa koleksi yang sebelumnya diperkenalkan pada Watches and Wonders Geneva 2026 telah menempati ruang presentasi pagi itu, berdampingan dengan sejumlah material pameran dan jam tangan historis yang turut dibawa ke Jakarta.

Namun perhatian utama segera mengarah pada dua model terbaru Ushio 300 yang ditempatkan di bagian tengah ruangan. “Kami ingin memperkenalkan jam tangan Grand Seiko terbaru yang kami bawa dari Watches and Wonders Geneva,” ujar Kevin Lie, Direktur dari PT Asia Jaya Ikon. Dari seluruh koleksi yang hadir, Ushio 300 menjadi salah satu rilisan yang paling banyak dibicarakan sepanjang sesi presentasi di pagi hari tersebut.

Di bawah pencahayaan ruang presentasi, perbedaan antara kedua model tersebut langsung terlihat melalui paras pelat jamnya. Salah satunya menampilkan gradasi biru yang semakin menggelap menuju bagian tepi, sementara yang lain hadir dalam nuansa hijau yang lebih terang namun tetap menenangkan.

Keduanya merupakan interpretasi terbaru dari tema Ushio yang telah menjadi bagian dari koleksi penyelam Grand Seiko sejak 2022. Dalam bahasa Jepang, ushio memiliki arti pasang surut, merujuk pada perairan yang mengelilingi kepulauan Jepang dan selama ini menjadi sumber inspirasi yang koleksi Grand Seiko kali ini. Jika model SLGB023 menangkap kesan kedalaman biru laut, maka SLGB025 mengarah pada karakter hijaunya perairan pesisir yang lebih dangkal.

Meski tetap mempertahankan karakter jam tangan selam Grand Seiko yang tegas dan khas, kedua model ini terasa berbeda ketika pertama kali diangkat dari meja presentasi.

Proporsinya lebih ringkas dan bobotnya terasa lebih ringan dibanding yang biasa ditemukan pada jam tangan penyelam berukuran serupa. Kesan tersebut berasal dari diameter 40,8 mm dan penggunaan material High-Intensity Titanium pada case maupun gelangnya.

Material ini memiliki bobot sekitar 30 persen lebih ringan dibanding baja nirkarat, sekaligus mempertahankan ketahanan yang dibutuhkan sebuah jam tangan selam. “Banyak penggemar Grand Seiko yang sudah lama menantikan jam tangan selam dengan diameter 40,8 mm seperti ini,” Kevin Lie menambahkan.

Akurasi menjadi salah satu pembahasan utama sepanjang presentasi Ushio 300. Kedua model ini menggunakan Caliber 9RB1 yang mengusung penanda U.F.A. atau Ultra Fine Accuracy dan mencatat tingkat presisi hingga ±20 detik per tahun. Angka tersebut menjadikannya salah satu mesin jam bertenaga mainspring paling akurat yang pernah diproduksi Grand Seiko.

Saat menjelaskan koleksi tersebut, Russell Ng, Manajer Pemasaran & Komunikasi Grand Seiko Asia-Pacific Singapura mengatakan, “Kaliber 9RB1 yang digunakan pada Ushio 300 merupakan versi pengembangan dari mesin jam 9RB2 yang pertama kali kami perkenalkan melalui koleksi Ice Forest tahun lalu.”

Dikembangkan dan dirakit secara manual di Shinshu Watch Studio, Nagano, mesin jam ini menunjukkan bagaimana Grand Seiko terus menyempurnakan teknologi Spring Drive yang telah menjadi salah satu identitas andalan merek tersebut.

Selain mesin jam baru, Grand Seiko juga menghadirkan sejumlah pembaruan pada gelang Ushio 300. Riaz Mohd, Manajer Perencanaan Bisnis Regional di Grand Seiko Asia Pasifik menjelaskan, “model ini dibekali oleh penjepit penyesuaian mikro tiga langkah yang memungkinkan penyesuaian ekstensi hingga 24 mm tanpa bantuan alat, sekaligus mempertahankan mekanisme penguncian yang lebih aman saat digunakan.”

Di penghujung presentasi, perhatian kemudian beralih pada sebuah buku Grand Seiko yang diterbitkan bersama ERG Media. “Buku ini menjelaskan sejarah Grand Seiko, Evolution 9, Masterpiece Collection, hingga model-model ikonis seperti Shunbun dan Snowflake,” ujar Russell Ng.

Melalui lebih dari 320 halaman dan ratusan foto arsip, publikasi tersebut turut merangkum banyak hal yang menjadi pembahasan sepanjang sesi pratinjau hari itu.

 

Penulis: Billy Saputra

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×