TIME TO BEAT

Memasuki Tahun Baru Imlek, berbagai merek terkemuka di industri jam tangan kembali memanfaatkan “energi yang membangkitkan semangat” dari zodiak China. Tahun Kuda yang akan dimulai pada 17 Februari 2026, menjadi kanvas yang kaya bagi merek-merek ini untuk mengeksplorasi tema “kekuatan, energi, dan kebebasan.” Simak beberapa jam tangan favorit Collector’s Guide-WATCHES Indonesia yang membuktikan bahwa meskipun terlahir dari inspirasi simbolisme zodiak kuno, eksekusinya tetap berada di garis depan industri jam tangan Swiss.

Arnold & Son

Merek jam Arnold & Son menyeimbangkan antara keahlian artistik dan presisi mekanis mereka untuk Tahun Baru Imlek tahun ini dengan merilis jam tangan zodiak China ke-enam mereka secara berturut-turut. Hasilnya adalah model terbaru Perpetual Moon 41.5 Red Gold Year of the Horse yang menangkap semangat “misterius, liar, dan memukau” dari Kuda Api. Dibuat terbatas dan sangat eksklusif sebanyak delapan buah, jam tangan ini tentunya lebih dari sekadar penunjuk waktu semata; ia adalah sebuah karya seni yang mempesona. Bagian dial jam ini bagaikan panggung malam, dengan latar belakang kaca aventurine hitam yang berkilauan seperti “langit yang luas dan megah.”

Di bagian tengah panggung berbintang ini terdapat hiasan kuda yang melompat, yang diukir dengan tangan dari red gold 18K, dengan otot-ototnya yang bergelombang penuh energi saat berdiri di atas relief pegunungan. Menariknya, yang benar-benar membedakan dial ini adalah interpretasinya terhadap unsur “Api.” Para pengrajin di Arnold & Son melukis secara manual jejak debu emas pada bagian jejak kuda, menggambarkan percikan api yang menyala saat hewan itu melaju ke depan. Saat cahaya meredup, jam tangan ini mengungkapkan kepribadian keduanya. Sentuhan merah dan kuning dari Super-LumiNova pada lanskap dan “kobaran api” bersinar dengan intensitas tinggi, sementara bulan mutiara besar dan rasi bintang Cassiopeia serta Ursa Major menerangi setengah bagian atas dial.

Di balik permukaan yang ekspresif dalam balutan case berdiameter 41,5mm ini tersembunyi mesin jam manual-winding A&S1512, sebuah mekanisme yang terkenal karena presisi astronominya yang luar biasa. Komplikasi moonphase pada jam ini begitu akurat sehingga, ketika diputar secara penuh, akan membutuhkan 122 tahun untuk menyimpang satu hari dari siklus bulan yang sebenarnya. Bagian detail yang menarik selanjutnya bagi kolektor adalah tampilan moonphase sekunder di bagian belakang, yang memungkinkan pengaturan “Lunar Age” dengan cepat dan akurat. Dilengkapi cadangan daya hingga 90 jam yang disediakan oleh penggunaan dua barel, mesin jam ini berdetak dengan stabil pada frekuensi 3Hz. Diakhiri dengan finishingnya yang memikat, dengan bagian bridges yang dipotong miring dan motif Côtes de Genève yang berkilau, jam tangan ini merupakan sebuah pernyataan yang kuat tentang “keunggulan, simbolisme, dan energi vital.” Harga CHF 62.600 (sekitar IDR 1,36 milyar).

Baume & Mercier

Banyak merek jam tangan yang memilih untuk menangkap semangat Kuda Api dalam ukiran statis atau dial yang dihiasi lukisan. Namun, Baume & Mercier memutuskan bahwa penghormatan kepada Kuda harus melakukan apa yang paling dikuasai oleh hewan tersebut: bergerak. Selain itu, dalam lingkaran besar Zodiak China, Kuda melambangkan ledakan energi yang tak terkendali sebagai sebuah makhluk yang penuh aksi, kebebasan, dan juga vitalitas, menjadi sebuah pedoman tersendiri bagi mereka. Baume & Mercier merilis Clifton 10839, edisi terbatas 100 buah yang menyembunyikan rahasia kinetik yang menawan di balik tampilan eksteriornya yang elegan. Jam tangan stainless steel berdiameter 40mm ini menghadirkan kesederhanaan klasik, dengan dial bergradasi abu-abu gelap yang dilapisi lacquer dan memancarkan kedalaman yang memukau.

Namun, pada bagian yang diperbesar di posisi pukul 6, kita akan menemukan jantung berdetak dari jam tangan ini. Sebagai penghormatan terhadap preferensi “Middle Kingdom” atau nama untuk China di masa lampau, terhadap angka genap, Baume & Mercier mengganti tanggal genap dengan siluet kuda. Uniknya, setiap siluet kuda digambarkan dalam fase gerak yang berbeda. Dengan memutar cakram untuk tanggal dengan cepat, akan terjadi efek “zoetrope” atau sebuah ilusi seekor kuda jantan yang berlari tanpa henti melintasi waktu.

Bahasa desain yang mengelilingi animasi ini juga sama halusnya. Bagian dial dihiasi dengan indeks berlekuk serta jarum jam yang berbentuk alpha, dalam nuansa emas yang memberikan kontras hangat dan mewah terhadap latar belakang hitam abu-abu. Tali jam tangan dari kulit buaya hitam dengan jahitan abu-abu memperlihatkan lapisan dalam berwarna merah mencolok, seakan mewakili kebahagiaan dan kesuksesan. Mesin jam tangan ini ditenagai oleh Baumatic BM13-1975A, dengan sertifikasi COSC yang menawarkan ketahanan luar biasa terhadap medan magnet hingga 1.500 Gauss. Yang paling menonjol, jam ini memiliki cadangan daya lima hari (120 jam), memastikan jam ini tetap beroperasi bahkan jika anda meninggalkannya di atas meja selama akhir pekan. Pada penutup case belakang terukir siluet kuda jantan warna emas yang seolah-olah menembus kaca. Baume & Mercier berhasil menggabungkan ketelitian teknis dengan perayaan sebuah budaya. Harga: CHF 3.450 (sekitar IDR 75 juta).

Breitling

Kali ini Breitling menafsirkan semangat “Tahun Kuda” melalui lensa budaya balap mobil bertenaga tinggi era 1960-an. Hasilnya adalah Top Time B01 Shadow Rider, edisi terbatas 288 buah yang terasa lebih seperti undangan untuk berkendara cepat daripada sebuah benda seremonial. Koleksi Top Time, yang awalnya dirancang oleh Willy Breitling pada tahun 1960-an, selalu tentang melanggar konvensi dan menangkap energi “bebas” dari era tersebut. Rilisan terbaru ini mengusung DNA pemberontak yang sama namun dipadukan dengan simbolisme Tahun Baru Imlek.

Kuda, lambang kebebasan, kecepatan, dan ketepatan, menemukan tempat yang tepat dalam sebuah chronograph yang dirancang untuk mereka yang menghargai dan menjalani kehidupan di jalur cepat. Secara visual, jam tangan ini sangat menawan dengan case berbentuk bantal berukuran 38mm. Bagian dial jam tangan ini juga menjadi sorotan utama, dengan motif khas “Zorro” atau “dashboard” berlatar belakang hitam dan bagian subdial berbentuk “squircle” (tidak sepenuhnya persegi, tidak sepenuhnya bulat) berwarna putih. Breitling mengintegrasikan tema Tahun Kuda dengan kehalusan yang mengejutkan. Alih-alih menampilkan hewan yang mencolok di bagian dial, bagian subdial detik pada posisi pukul 9 menampilkan siluet dinamis seorang “pengendara bayangan.” Selain itu, bagian skala tachymeter menampilkan tulisan “YEAR OF THE HORSE” antara pukul 12 dan 2, detail yang hanya terlihat saat diperhatikan lebih dekat. Aksen merah pada jarum detik dan bagian 30-minute counter menambahkan sentuhan gairah pada tata letak monokromatiknya.

Di balik case jam berdetak mesin Caliber 01, yang bersertifikat COSC dengan cadangan daya hingga 70 jam, yang memastikan bahwa jam tangan ini tidak hanya stylish tetapi juga secara mekanis sangat andal. Pada bagian caseback diukir dengan siluet “Shadow Rider” dan tulisan “ONE OF 288” yang menandakan eksklusivitasnya.

Dilengkapi dengan tali jam tangan kulit berwarna beige yang terinspirasi dari sarung tangan mengemudi vintage, Breitling Top Time B01 Shadow Rider merupakan sebuah paket yang harmonis. Jam tangan ini berhasil menggabungkan gaya modern-retro yang khas Breitling dengan simbolisme dinamis zodiak, menciptakan sebuah jam tangan yang siap menaklukkan horizon baru. Harga: USD 7.700 (sekitar IDR 128,6 juta).

Hermès

Memamerkan keanggunan dan ketepatan, Hermès mencuri perhatian banyak pihak dengan memandang waktu sebagai arena bermain. Rumah mode Paris ini menunjukkan sisi “playful” mereka dalam kreasi Métiers d’Art terbarunya: Arceau Rocabar de rire. Dibuat berdasarkan desain syal sutra yang unik karya Dimitri Rybaltchenko, jam tangan ini adalah contoh sempurna dari perpaduan emosi yang kontras. Bagian case dari emas putih menampilkan desain klasik Arceau yang dirancang oleh Henri d’Origny pada tahun 1978, dengan lug berbentuk stirrup asimetris dan profil yang elegan berukuran 41mm.

Namun, di dalamnya terdapat sebuah adegan komedi murni: seekor kuda yang terbungkus rapat dalam selimut wol bergaris “Rocabar,” yang menjulurkan lidahnya kepada siapapun yang melihat jam ini dengan jelas. Hebatnya, pelaksanaan lelucon ini sama sekali tidak sederhana. Bagian dial ini merupakan karya seni yang luar biasa. Garis-garis latar belakang dibuat dengan teknik marquetry menggunakan rambut kuda, di mana serat-serat rambut kuda yang berwarna berbeda dipilih, dipotong, dan ditempelkan satu per satu pada bagian dasar untuk meniru pola anyaman selimut Hermès yang terkenal. Di atas latar belakang yang bertekstur ini terdapat sebentuk kuda, sebuah applique bergerak yang diukir oleh seorang ahli ukir dengan menciptakan sebuah kedalaman dan volume. Seorang pelukis miniatur kemudian mengaplikasikan lapisan demi lapisan pigmen, lalu membakarnya dalam tungku untuk mencapai warna cokelat yang sempurna dan realistis pada bulu hewan tersebut.

Keajaibannya terletak pada animasi yang bersifat “on-demand impulse.” Sebuah tuas yang terletak pada posisi pukul 9 yang jika ditekan bisa mengaktifkan mekanisme pegas yang menghidupkan adegan komedi tersebut. Dengan sekali tekan, kuda itu memamerkan profilnya dan dengan nakal menjulurkan lidahnya—sebuah trik mekanis yang mengubah jam tangan dari objek statis menjadi momen kebahagiaan. Jam ini ditenagai mesin jam otomatis Manufacture Hermès H1837, dengan ciri khas huruf “H” pada bagian bridges di belakang dan bandul oscillating weight. Dipadukan dengan tali kulit “Bleu Abysse,” jam tangan ini memancarkan keanggunan tersendiri, ditambah dengan momen spesial saat si pemakai jam tangan memutuskan untuk membiarkan kuda ini melakukan aksinya.

Diproduksi terbatas sebanyak 12 buah, Hermès Arceau Rocabar de rire seakan mengingatkan kita bahwa meskipun pembuatan jam tangan adalah sebuah bisnis yang serius, tetap dibutuhkan satu waktu bagi si pemakai jam maupun yang melihatnya, untuk sesekali bersenang-senang. Harga: CHF 159.000 (sekitar IDR 3,45 milyar).

HUBLOT

Hublot Spirit of Big Bang Year of the Horse yang diluncurkan di LVMH Watch Week 2026 ini adalah edisi terbatas 88 buah yang menampilkan casing karbon 42mm dengan aksen emas 3N yang membentuk motif kuda. Hublot mendorong batas inovasi materialnya dalam koleksi Spirit of Big Bang Frosted Carbon yang terbuat dari serat karbon unik, menggunakan  teknik di mana serat karbon dibuat agar memiliki tampilan buram dan berkilauan, yang dipahat, dilapis, dan diselesaikan sepenuhnya dengan tangan untuk membentuk pelat jam marquetry.

Sebuah pernyataan teknis yang menggabungkan inovasi Hublot, presisi, teknik, dan kekuatan budaya dari semangat Naga-Kuda. Pelat jam menggabungkan teknik marquetry karbon dengan aplikasi kuningan berlapis emas 3N dan setiap fragmen karbon dipotong, disejajarkan, dan dirakit dengan tangan, menunjukkan kendali penuh atas salah satu material paling menuntut dalam pembuatan jam tangan modern.

Garis-garis emas 3 dimensi, yang terinspirasi oleh sulaman jubah upacara Tiongkok kuno, memberikan kesan kuat pada kuda tersebut. Casing berbentuk tonneau berukuran 42mm dibuat dari karbon hitam matte, dengan dasar pernis hitam yang memperkuat kontras dan kedalaman, sementara penutup belakang safir berwarna gelap dan tali kulit sapi-karet hitam memperkuat identitas jam tangan yang tegas. Jam tangan eksklusif ini didukung oleh mesin otomatis HUB1710 dengan cadangan daya 50 jam, yang menggabungkan inovasi material berteknologi tinggi dengan simbolisme zodiak Tiongkok tradisional. Harga USD 39.800 (sekitar IDR 668 juta) belum termasuk PPN.

IWC Schaffhausen

Melanjutkan tradisi yang dimulai sejak lama, IWC Schaffhausen memperkenalkan jam tangan Portugieser Automatic 42 Year of the Horse. Diproduksi hanya 500 buah, peluncuran ini bukan sekadar penghormatan terhadap kalender, melainkan sebuah contoh sempurna tentang bagaimana menggabungkan penghormatan budaya dengan desain Swiss yang khas.

Ketika melihat model ini untuk pertama kalinya, jam tangan ini jelas merupakan Portugieser, mempertahankan DNA yang seimbang dan mudah dibaca yang berasal dari model asli Ref. 5000 tahun 2000, dengan penunjuk detik kecil di arah jam 9 dan penunjuk cadangan daya di arah jam 3. Namun, daya tarik utama di sini adalah tentu saja bagian dial-nya. IWC Schaffhausen memilih warna burgundy, warna yang erat kaitannya dengan perayaan Tahun Baru Imlek sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Latar belakang yang cerah ini dipadukan dengan jarum jam emas dan angka Romawi yang semuanya terpasang dalam case berukuran 42,4mm yang kokoh namun elegan. Konstruksi case-nya ramping, memamerkan keanggunan arsitektural modern.

Meski bagian dial memberikan sentuhan halus yang mengacu pada momen tersebut, penghormatan sejati terhadap hewan zodiak ini terdapat di bagian belakang. Ketika memutar jam tangan ke arah sebaliknya, terlihat mesin jam 52011 buatan IWC dengan mekanisme yang sekuat dan seindah penampilannya. Sorotan utamanya pada bagian rotor berlapis emas yang dirancang secara rumit berbentuk kuda yang berlari kencang.

Mesin jam ini menggunakan sistem pengisian daya Pellaton legendaris dari IWC Schaffhausen, yang menghasilkan cadangan daya yang mengesankan selama tujuh hari (168 jam) melalui dua barel, memastikan jam tetap berfungsi dengan baik untuk gaya hidup aktif yang sering dikaitkan dengan mereka yang lahir di bawah zodiak ini. Terdapat dua opsi tali jam tangan yang terbuat dari kulit buaya—satu berwarna hitam dan satu lagi burgundy—membiarkan pemakainya berganti antara gaya klasik formal dan juga sentuhan penuh perayaan. Sentuhan akhir yang penuh pertimbangan ini menjadi pelengkap manis bagi model terbaru IWC Schaffhausen. Harga: USD 15.500 (sekitar IDR 259 juta).

Louis Moinet

Merayakan konvergensi astrologi yang hanya terjadi setiap 60 tahun sekali, ketika elemen api bergabung dengan kuda dalam kalender Tiongkok, menandai periode energi yang intens dan tegas, Les Ateliers Louis Moinet menciptakan Tourbillon Puzzle Fire Horse yang memamerkan keahlian tingkat tinggi yang menunjukkan mengapa pabrikan independen ini telah menjadi identik dengan jam tangan pelat puzzle buatan tangan.

Sebagai sebuah karya seni métiers d’art yang menakjubkan, jam tangan ini menampilkan Kuda Api yang sangat hidup yang diinterpretasikan menggunakan lukisan mikro dengan tangan pada teka-teki jigsaw 81 keping yang dirakit dengan cermat. Surai kuda, yang digambar sebagai nyala api yang mengalir dan bergaya, menyelimuti siluet kuda dan memperpanjang kesan gerakan. Bentuk bergelombang yang bergantian antara tajam dan buram, kontras dengan garis-garis jelas hewan tersebut dengan energi di sekitarnya. Berkat para pelukis mikro ahli, Kuda Api dari astrologi Tiongkok menjadi hidup dengan vitalitas pada pelat jam puzzle.

Konstruksi kompleks ini terdiri dari 81 bagian yang saling terkait dengan cermat yang disusun di empat tingkat. Untuk memastikan harmoni, pengrajin harus membongkar puzzle sepenuhnya, mengecat tepi setiap elemen, lalu menyusunnya kembali. Proses yang sabar ini menghidupkan makhluk legendaris tersebut, sepotong demi sepotong. Jam tangan berdiameter 40,7mm ini terbuat dari rose gold 18K 5N, dipoles dan disikat satin, casing dalam dari titanium kelas 5, dan kedap air hinggal 30 meter. Ditenagai mesin jam flying tourbillon berpemutar manual dengan laras ganda dan cadangan daya 96 jam. Tourbillon Puzzle Fire Horse kembali menunjukkan bagaimana Les Ateliers Louis Moinet mampu membawa seni pembuatan jam tangan ke tingkat ekspresi yang baru. Harga CHF 140.000 (sekitar IDR 3 milyar).

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×