TIME AND RHYTHM, A PERFECT SYNCHRONY
Pertemuan antara presisi horologi dan ritme global, inovasi mekanis Hublot selaras dengan ekspresi kreatif Jung Kook
Dalam dunia kemewahan, ada kolaborasi yang terasa strategis dan ada yang terasa takdir. Ketika Hublot mengumumkan Jung Kook sebagai Global Ambassador terbarunya, pertemuan ini menyatukan dua nama besar sekaligus mempertemukan dua filosofi tentang waktu, presisi, dan keberanian untuk berbeda. Sejak 1980, Hublot telah membangun reputasi sebagai merek yang berani menggugat kelaziman. Ketika dunia jam tangan mewah masih berpegang pada tradisi konservatif, Hublot justru memasangkan case emas dengan strap karet, menjungkirbalikkan kelaziman horologi. Dari bezel berbentuk jendela kapal dengan sekrup terekspos itu lahirlah Art of Fusion, filosofi yang menyatukan material, teknik, dan perspektif yang sebelumnya tak pernah dipertemukan.
Dua dekade setelah revolusi Big Bang pada 2005, semangat itu menemukan bentuk perwujudan baru melalui Big Bang Original Unico yang diluncurkan pada 2026. Jam ini bukan sekadar “penyegaran” ikon, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang—arsitektur case berlapis yang tetap tegas, desain industrial yang semakin matang, serta pendekatan mekanis yang kian presisi.
Di balik dial terbuka yang memperlihatkan anatomi mekanisnya, terdapat Unico, mesin penggerak in-house pertama Hublot yang sepenuhnya dirancang dan diproduksi sendiri sejak 2010. Sebuah flyback chronograph terintegrasi dengan presisi hingga 1/8 detik, memungkinkan reset dan mulai ulang seketika hanya dengan satu tekanan.
Column wheel yang berada di sisi depan sengaja ditampakkan, menjadikan mekanika sebagai bagian dari estetika. Escapement silikon memastikan stabilitas dan ketahanan terhadap magnetisme, sementara cadangan daya 72 jam dan akurasi -2/+4 detik per hari menegaskan komitmen terhadap performa.
Lima inovasi yang dipatenkan—mulai dari dual oscillating clutch hingga sistem “zero friction” pada ratchet wheel—menunjukkan bahwa Art of Fusion tidak berhenti pada material, tetapi hingga ke inti mekanisnya. Semua diuji melalui protokol Chronofiable®, simulasi percepatan usia yang memastikan keandalan jangka panjang.
Kolaborasi ini juga memiliki resonansi personal bagi Jung Kook. Ia mengenang momen saat membawakan Dreamers di Piala Dunia FIFA 2022, ketika Hublot menjadi Official Timekeeper kompetisi tersebut. “Itu adalah momen ketika waktu dan musik terasa saling terhubung,” ujarnya. “Kini, berkolaborasi dengan Hublot terasa seperti momen itu kembali ke titik awalnya.”
Sebagai bagian dari BTS, Jung Kook seakan tumbuh dalam percepatan global—karier yang melesat setelah menemukan momentum, ekspektasi yang tinggi, dan waktu yang kerap terasa berjalan lebih cepat dari kebanyakan orang. Dalam lagu solonya, My Time, ia merefleksikan pengalaman tersebut. Tentang tumbuh terlalu cepat, tentang mengejar ritme hidupnya sendiri. Lagu itu bukan sekadar narasi personal, melainkan mediasi tentang waktu sebagai pengalaman subjektif.
Bagi CEO Hublot Julien Tornare, keselarasan ini bukanlah kebetulan. “Jung Kook adalah salah satu artis paling berpengaruh di generasinya. Presisi, hasrat, dan keberaniannya untuk melampaui batas mencerminkan semangat sejati Hublot,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa sebagaimana Hublot terus memikirkan ulang, menyempurnakan, dan merekayasa ulang setiap kreasi—mulai dari perpaduan material hingga penguasaan mesin penggerak in-house—Jung Kook juga membawa semangat evolusi yang sama, selalu bertransformasi dan selalu orisinal.
Big Bang Original Unico berbicara dalam bahasa serupa—bahwa waktu bukan hanya sesuatu yang diukur, tetapi sesuatu yang dibentuk. Setiap lapisan case, setiap roda gigi, setiap komponen mesin penggerak adalah hasil dari keputusan desain yang sadar dan berani. Jam ini tidak berusaha menyenangkan semua orang. Ia memiliki karakter, struktur, dan intensitas yang jelas—seperti sang duta yang kini mengenakannya. Kolaborasi ini bertumpu pada popularitas dan juga keselarasan nilai.
Hublot terus menantang kelaziman dengan pendekatan disruptifnya, sementara Jung Kook merepresentasikan generasi kreator yang menolak batasan tradisional. Keduanya kembali pada akar masing-masing—membawa DNA yang membuat mereka tampil berbeda, sekaligus relevan di lanskap global yang terus berubah. Di dunia yang terus bergerak cepat, mungkin kemewahan sejati bukanlah tentang memperlambat waktu, melainkan tentang menguasainya. Dalam hal Hublot dan Jung Kook, waktu menemukan ritmenya sendiri.



