DRESS CODE, REWRITTEN

Kolaborasi Raymond Weil Toccata Heritage x seconde/seconde/ membuka cara baru menikmati dress watch dengan aturan yang digeser secara halus namun tetap memikat

Raymond Weil terus berdetak, kini memasuki usianya yang setengah abad dengan pendekatan yang santai namun tetap terarah, jenama ini mengajak kita melihat kembali perjalanan panjang sebuah maison keluarga yang konsisten dengan identitasnya. Sejak awal, merek ini dikenal lewat kedekatannya dengan jagat musik dan semesta seni, dua bidang yang membentuk cara mereka memikirkan ritme, keseimbangan, dan detail dalam setiap ekspresi desainnya.

Dari fondasi itulah Toccata muncul sebagai lini dress watch yang menonjolkan proporsi rapi dan tampilan yang bersih tanpa banyak basa-basi. Saat dipakai, jam tangan ini memberi nuansa tenang dan terasa cocok untuk berbagai kesempatan. Di dalam suasana seperti itu, etiket memakai jam tangan kembali relevan karena menjadi impresi dari cara seseorang menunjukkan kesungguhannya dalam berpenampilan.

Untuk memahami kehadiran Toccata Heritage dalam kolaborasi ini, kita perlu melihat kembali bentuk kotaknya yang sudah menjadi bagian dari sejarah Raymond Weil sejak puluhan tahun lalu. Siluetnya tidak benar-benar persegi dan tidak sepenuhnya bulat sehingga memberi karakter yang mudah dikenali tanpa harus terlihat mencolok. Proporsinya ramping dengan ukuran 37,7 × 32,5mm, ditenagai oleh mesin RW4100 berkemampuan simpan daya hingga 45 jam, serta lugs pendek yang membuatnya nyaman di pergelangan tangan.

Semua elemen ini menunjukkan niat awal jam tangan ini sebagai dress watch yang mengutamakan kerapihan, jauh dari gimmick visual. Dengan estetika yang tenang dan rapi seperti ini, Toccata Heritage menjadi kanvas ideal untuk menampung ide segar yang dihadirkan seconde/seconde/, tanpa kehilangan identitas klasiknya.

Peran seconde/seconde/ memberi sentuhan baru yang langsung terasa di bagian pelat jam, terutama melalui permainan visual yang membagi area menjadi dua karakter berbeda. Satu sisi tampak lebih tenang, sementara sisi lainnya punya kilau halus yang membuat aturan kecil di atasnya terlihat jelas. Kreasi tersebut melantunkan lafaz tentang bagaimana manset kemeja sebaiknya menutup setengah jam tangan (dalam warna kuning Pantone 7402C), sebuah komentar ringan yang ditampilkan seperti catatan di lembar sketsa pakaian.

Romaric André, pendiri seconde/seconde/ menjelaskan pendekatannya, “Dress code adalah aturan elegansi yang layak dihargai, tetapi juga sesuatu yang sesekali perlu kita mainkan. Karena itu saya membutuhkan distilasi elegansi klasik, sebuah dress watch murni seperti Toccata, sebagai dasar untuk menggoda gagasan etiket secara halus.” Pendekatan ini membuat Toccata Heritage lebih hidup tanpa kehilangan cirikhasnya.

Ketika bagian depan sudah berhasil menarik perhatian, bagian belakang Toccata Heritage menawarkan kejutan kecil yang tidak kalah menarik. Wilayah caseback-nya hampir tertutup sepenuhnya, hanya menyisakan satu jendela kecil yang memperlihatkan sebagian mesin jam, seolah mengingatkan bahwa tidak semua hal perlu ditunjukkan secara terang-terangan. Di sana terukir aturan kedua yang dibuat dengan nada santai, yaitu anjuran untuk tidak memutar jam ketika masih menempel di pergelangan. Arahan ini sebenarnya selaras dengan kebiasaan kolektor sejati, yang terbiasa melepas jam tangan terlebih dahulu sebelum mengatur mesin secara manual. Menyempurnakan profilnya yang tipis, jam tangan ini dibekali oleh temali berbahan kulit hitam dengan aksentuasi tekstur kulit buaya.

Kolaborasi ini menunjukkan cara Raymond Weil memasuki usia lima puluh tahun dengan sikap yang matang namun tetap terbuka terhadap kreativitas yang lebih berani. Toccata Heritage x seconde/seconde/ bukan dress watch kebanyakan yang ditemui di pasaran, melainkan cara subtil untuk mengajak pemakainya melihat tradisi dari sudut yang lebih segar.

Elie Bernheim, CEO Raymond Weil merangkum pandangan itu dengan mengatakan, “Kesederhanaan dan elegansi adalah ciri utama sebuah dress watch, dan di sini seconde/seconde/ menggoyangnya dengan kecerdikan serta keberanian, memberikan karakter yang segar sekaligus menyenangkan.” Hasilnya adalah jam yang tidak hanya rupawan, tetapi juga memiliki kepribadian yang terasa ringan. Bagi kolektor, perpaduan sentuhan sedemikian rupa dapat menjadi kode kecil yang menunjukkan selera tanpa perlu banyak bicara.

Penulis: Billy Saputra

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×