TRIBUTE TO THE CLASSICS
Refleksi tentang waktu, keterhubungan, dan konstruksi yang tumbuh dari kesederhanaan
Apa yang terjadi ketika rasa cinta pada jam tangan tidak lagi berhenti pada deretan koleksi semata, melainkan berkembang menjadi dorongan untuk mencipta? Pertanyaan inilah yang melandasi lahirnya HU-01. Tepatnya di akhir April 2025, ketika keinginan seorang Andre Kusni untuk tidak membiarkan Horologically Unique berhenti begitu saja.
Di saat ia mengerjakan proyek kecil untuk keluarganya, muncul sebuah gagasan untuk menciptakan sebuah jam tangan atas namanya sendiri. Visinya jelas: jam tangan formal yang klasik, bersih, terjangkau, tipis, dan nyaman dikenakan. Inspirasi itu semakin kuat setelah membaca tulisan Anthony Traina bersama Collectability tentang Patek Philippe Ref. 96, yang menegaskan arah desain melalui angka Breguet, jarum jam berbentuk daun, detik kecil di posisi enam, serta case baja. Proses ini kemudian berkembang bersama komunitas, dimulai dari jajak pendapat pada 25 Mei hingga penyempurnaan detail yang melahirkan HU-01 seperti hari ini.
Dengan mempertahankan bahasa desain klasik yang banyak dicintai, HU-01 berangkat dari inspirasi Patek Philippe Calatrava Ref. 96 era 1930-an. Jam ini sempat dianggap kurang diminati karena ukuran case-nya yang kecil, sekitar 31–32mm, namun kini justru kembali diapresiasi seiring meningkatnya ketertarikan terhadap proporsi yang lebih elegan dan bersahaja. Dari sanalah arah desain HU-01 terbentuk.
Tidak ada logo besar atau upaya membangun citra merek, karena sejak awal proyek ini tidak dimaksudkan sebagai label komersial. Horologically Unique lahir dari keinginan berbagi, bertemu orang-orang baru, dan menciptakan jam tangan yang dihargai karena kualitasnya, bukan karena namanya. Setiap detail, mulai dari case hingga pelat jam dan jarum, dirancang dengan keseriusan agar menghadirkan kualitas yang benar-benar terasa saat dikenakan.
Lalu, apa yang menggerakkan HU-01? Untuk sebuah jam tangan formal yang ramping, berdiameter 36 mm, dan menarik inspirasi estetika klasik, pilihannya terasa hampir tak terelakkan. Mesin manual–winding Peseux/ETA 7001 menjadi jantungnya, sebuah kaliber legendaris yang telah digunakan oleh banyak pembuat jam terkemuka selama lebih dari lima dekade sejak diperkenalkan pada awal 1970-an.
Dengan 17 jewel, frekuensi 21.600 getaran per jam, sistem anti-guncangan Incabloc, serta cadangan daya sekitar 42 jam, mesin ini dikenal akan keandalan dan proporsinya yang ideal. Dipilih bukan karena nostalgia semata, tetapi karena kualitas yang telah teruji waktu. Nama HU-01 sendiri merujuk pada Horologically Unique Project 01, sebuah penanda awal yang juga ditandatangani secara personal sebagai bentuk kedekatan antara pembuat dan pemiliknya.
HU-01 menyimpan spesifikasi yang dirancang dengan kesadaran penuh akan fungsi dan proporsi. Casing berdiameter 36mm dengan ketebalan 9,1mm dibuat dari baja 316L berfinis poles, dipadukan dengan kaca safir cembung berlapis anti-reflektif. Pelat jamnya hadir dalam pilihan putih krem atau hitam mengilap, lengkap dengan angka Breguet timbul, jarum jam berbentuk daun, serta sub-dial detik kecil yang dikerjakan dengan guilloché halus. Jam tangan dengan mesin manual ini diciptakan secara terbatas hanya sebanyak 100 buah saja, dan masing-masingnya telah dilabeli oleh ukiran “One of 100”. Ketahanan air 3 ATM, temali berbahan kulit dengan sistem lepas cepat, serta produksi terbatas 100 unit menegaskan bahwa HU-01 dirancang untuk pemakaian harian nyata, tanpa perlu khawatir menghadapi cuaca hujan.
Perjalanan dari merek jam tangan asal Singapura ini berawal pada pertengahan November 2021, ketika situs Horologically Unique dibuat sebagai ruang sederhana untuk menjual sebagian koleksi pribadi tanpa harus terus mengunggah jam tangan “for sale” di akun pribadi. Tidak ada rencana besar saat itu, hanya keinginan menjaga kerapian dan berbagi secara lebih terarah. Namun seiring waktu, halaman tersebut berkembang menjadi sebuah komunitas yang hangat dan hidup. Dari sana lahir percakapan, pertemanan baru, dan pertemuan dengan para kolektor yang memiliki kecintaan serupa terhadap jam tangan. Hal ini tentu dirasa lebih berharga dibanding transaksi semata, proses ini memastikan setiap jam tangan menemukan pemilik yang benar-benar menghargainya.
Penulis: Billy Saputra



