A NIGHT OF MULTIFORT MOMENTS
MIDO yang diwakili oleh peritel resminya di Indonesia, Watch Continent menghadirkan ajang khusus bersama dengan Collector’s Guide Watches Indonesia dan penggemar jam
Butik MIDO yang berada di jantung kota Jakarta baru saja bertransformasi menjadi panggung untuk perayaan acara horologi yang bersahabat. Peringatan tersebut berlangsung di penghujung Februari silam, saat jenama arloji asal Swiss tersebut berkolaborasi bersama Collector’s Guide Watches Indonesia dalam rangka menghadirkan preview istimewa koleksi terbaru yang sudah tersedia.
Event tersebut mengundang sejumlah tamu VIP yang terpilih, sehingga membuat suasana terasa personal, hangat, dan sarat apresiasi terhadap benda perwujudan seni mekanika yang presisi.
Dimulai dari pintu masuk tempat tamu menginjakkan kaki, butik MIDO yang terletak di Grand Indonesia West Mall, Level UG. 16 ini telah menyiapkan displai khusus demi menyambut tamu dengan tema terkini mulai dari fasad yang menampilkan MIDO Multifort 8 One Crown yang senada dengan tampilan televisi di sampingnya.
Di atas meja etalase kaca ditampilkan lansiran jam tangan terkini, yang mencakup berbagai seri Multifort beserta seri Commander. Produk yang dipamerkan ini menjadi pusat percakapan antar kolektor dan para pencinta jam yang antusias untuk menyaksikannya secara lebih dekat. Beberapa dari mereka bergantian untuk mencoba jam tangan tersebut pada pergelangan tangan sambil berdiskusi mengenai keindahannya.
Multifort 8 One Crown
Sebagai produk yang tampil lebih clean dan minimalis dibanding pendahulunya, jam tangan versi satu tombol pemutar jam (crown) ini tetap membawa keunggulan yang sudah dihadirkan pada lini Multifort sejak awal. Lini ini dikenal sebagai jam tangan otomatis yang tangguh, tahan air, antimagnet, dan tahan guncangan. Kini mereka membawa DNA tersebut ke dalam desain modern dengan pendekatan yang lebih simpel dan elegan.
Multifort adalah koleksi legendaris dari MIDO yang sudah hadir sejak 1934. Kini, Multifort 8 One Crown mempunyai ciri khas utama bezel berbentuk oktagonal yang terinspirasi dari angka delapan. Bentuk ini memberi kesan sporty dan tegas. Sesuai penamaannya, jam ini juga berbeda dari versi Two Crowns sebab jam ini hanya memiliki satu crown di posisi jam 3 yang membuat tampilannya lebih bersih, simetris, dan cocok digunakan dalam berbagai suasana.
Bagian dial jam ini menampilkan pola horizontal cetak timbul yang memberikan efek tekstur dinamis saat terkena cahaya. Bagian indeks dan jarumnya dilapisi dengan Super-LumiNova yang membuatnya tetap mudah terbaca saat kondisi minim cahaya. Di bagian gelangnya menggunakan desain integrated bracelet berbahan stainless steel yang menyatu dengan case, menambah kesan modern dan mengikuti tren desain jam sporty masa kini.
MIDO Multifort 8 One Crown ditenagai dengan mesin otomatis Caliber 80 yang mempunyai cadangan daya hingga 80 jam, artinya jam tetap berjalan selama tiga hari lebih meski tidak digunakan. Motor ini dikenal stabil dan presisi untuk penggunaan harian. Bagian depannya menggunakan kristal safir dengan lapisan antireflektif yang membuatnya tahan terhadap goresan. Diameter casing-nya sekitar 40mm dengan ketebalan yang proporsional sehingga nyaman di pergelangan tangan.
Jam ini mempunyai ketahanan air mencapai 100 meter sehingga aman untuk aktivitas sehari-hari maupun renang ringan. MIDO bangga dengan perpaduan desain unik, kualitas Swiss Made, serta movement unggul pada Multifort 8 One Crown yang menjadikanya sebuah produk komplit untuk digunakan. Produk ini unggul dari sisi fungsi, tampilan minimalis, dan karakter sporty yang menjadi elemen penyusun kelengkapan arloji modern dan tangguh, sebuah kombinasi gaya dan performa dalam satu paket elegan.
Intimate Evening
Di malam istimewa tersebut setidaknya terdapat lima koleksi utama MIDO yang mencuri perhatian Collector’s Guide Watches beserta para hadirin, antara lain Ocean Star, Multifort, Commander, Baroncelli, dan Belluna. Interaksi antara tamu, staf toko, dan watchmaker menjadi momen berharga sepanjang malam. Para tamu berbincang mengenai finishing, mesin jam, material, hingga inspirasi desain.
Format acara yang intim di butik MIDO Grand Indonesia memungkinkan tiap undangan memperoleh pengalaman personal, dari mencoba langsung koleksi terbaru, merasakan beratnya di pergelangan tangan, serta melihat detail teknis yang biasanya mudah luput dari pandangan sekilas atau gambar pada layar.
Di bagian puncak acara, MIDO yang diwakili oleh peritel resminya di Indonesia, Watch Continent menghadirkan presentasi singkat yang dipandu oleh perwakilan brand dan Chief Editor Collector’s Guide Watches Indonesia dalam rangka menyelami lebih jauh tema acara malam itu. Keramaian pun bertambah saat watchmaker senior MIDO memamerkan berbagai komponen jam tangan ke hadapan para tamu. Berbagai pesan dan kesan mewarnai produk jam tangan MIDO sembari acara berlangsung.
Jam tangan Multifort 8 One Crown misalnya, menjadi simbol kesederhanaan fungsional yang berpadu dengan kerumitan mesin otomatis di dalamnya. Kemudian Multifort TV Big Date S01E02 yang mengusung desain retro dan mengembalikan memori masa lampau, mendapatkan perhatian khusus saat berlangsungnya acara. Ada juga jam tangan Multifort TV Chronograph yang berkesan tangguh dan misterius berkat material stainless steel yang berlapis PVD hitam. Hal tersebut cukup berbeda dengan jam tangan seri Commander yang simpel, utilitarian, dan versatile, sehingga menghadirkan pesona yang berbeda.
Keramaian event MIDO turut diramaikan oleh pembawa acara dan media strategist Tommy Tjokro, motivator James Gwee, serta Presiden Direktur dan CEO Watch Continent, Steven Chen yang berbaur dalam kemeriahan acara. Beberapa tamu dan penggemar jam tangan yang hadir turut memperoleh keberuntungan berkat adanya doorprize yang didukung oleh The Oberoi Beach Resort Bali dan Hotel Tentrem Jakarta. Di tengah gemerlapnya pusat kota, butik MIDO di Grand Indonesia menjadi ruang untuk memamerkan produk hasil karya seni mekanika yang memicu percakapan komunitas tentang waktu dan kepresisian. Di dalam dunia yang kian bergerak cepat ini, rupanya apresiasi terhadap detail dan craftsmanship tetap memiliki tempat istimewa.
Penulis: Ardhana Utama



