DOUBLE TECHNICAL PROWESS

Berbincang tentang koleksi edisi terbatas bagi para kolektor jam, warisan merek dan inovasi mereka yang terus berlanjut

Dari ajang Dubai Watch Week 2025, kami berkesempatan berbincang dengan Pascal Béchu, Managing Director merek jam Angelus dan Arnold & Son dan memintanya untuk mempresentasikan identitas kedua merek tersebut serta inovasi mereka untuk tahun ini. ia juga berbagi kabar gembira bagi para pecinta jam tangan di Indonesia.

Béchu membuka percakapan dengan menunjukkan jam tangan Angelus yang baru saja meraih penghargaan Chronograph Watch Prize di ajang GPHG 2025 untuk koleksi Angelus Chronographe Télémètre Yellow Gold. Ia mengaku bahwa dalam era saat ini ketika begitu banyak chronograph yang condong pada ukurannya yang besar, Angelus justru menghadirkan sesuatu yang lebih dalam: sebuah jam tangan yang dieksekusi dengan ketelitian, berakar pada sejarah, dan ditujukan bagi kolektor sejati.

Kemudian untuk merek jam Arnold & Son yang didirikan oleh John Arnold (1736–1799), pembuat jam asal Inggris dan telah memiliki sejarah panjang selama 262 tahun, ia menunjukkan koleksi terbaru Constant Force Tourbillon 11 Platinum Edition yang sangat luar biasa dan mencerminkan komitmen merek terhadap stabilitas kronometrik dan keahlian tinggi, “Jam tangan Constant Force Tourbillon 11 Platinum Edition yang hanya  diproduksi 11 buah dari platinum ini terinspirasi oleh mesin jam saku yang dibuat oleh John Arnold pada tahun 1700-an.

Arnold awalnya menghadiahkan mesin jam tersebut kepada temannya, Abraham-Louis Breguet, dan setelah kematian Arnold, Breguet memasukkan tourbillon pertamanya ke dalamnya. Jam tangan itu berada di British Museum. Di bagian belakang Constant Force ini, kami telah mereplikasi desain kaliber asli tersebut.” Jam tangan yang luar biasa ini memang diperuntukkan bagi orang-orang yang menyukai keahlian, barang-barang eksklusif, dan relevansi serta referensi historis karena merujuk pada dua pembuat jam tangan terhebat sepanjang masa.

Saat ditanya tentang kesannya mengikuti pameran Dubai Watch Week, ia mengaku bahwa itu adalah pameran luar biasa yang dibangun oleh keluarga Seddiqi. “Pameran seperti ini sungguh luar biasa dan mengesankan, tujuan utamanya adalah untuk memberikan edukasi tentang pembuatan jam tangan kepada para kolektor di wilayah tersebut.

Kesuksesan pameran ini sekarang memiliki jangkauan internasional dan sangat penting bagi kami untuk mendapatkan kesempatan untuk terhubung dengan para kolektor dari seluruh dunia dan berbagi dengan mereka koleksi yang sebelumnya hanya mereka lihat di foto.

Jadi, kami datang dengan semua koleksi eksklusif dan edisi terbatas kami,” jelasnya lebih lanjut. Untuk ajang ini mereka menciptakan Arnold & Son Nebula 40 Steel, Edisi Ulang Tahun ke-75 Ahmed Seddiqi, sebuah jam tangan skeleton yang luar biasa, edisi khusus yang diproduksi terbatas hanya 10 buah dan diberi judul Nebula 40 Steel, yang kaliber skeletonnya mengesankan karena tata letaknya yang harmonis dan gayanya yang khas. Dengan casing baja 40mm, sentuhan akhir yang luar biasa pada mesin jam, dan banyaknya detail teknis yang unik, desain ini sangat elegan dan bertenaga. Nebula menonjol dari semua jam tangan skeleton lainnya.

Ia juga menunjukkan Arnold & Son Luna Magna Steel, Edisi Turquoise, yang memadukan tampilan bulan dan turquoise, jam tangan edisi terbatas hanya 18 buah. Dial dan bulan yang berbentuk bundar menangkap cahaya, yang mengungkapkan pantulan turquoise yang berubah-ubah dan kilau opal yang tembus pandang. Pertemuan ini memicu alkimia visual, di mana biru jernih berdialog dengan putih bersih, menghasilkan balet mekanis dengan presisi langka, menjadikannya penunjuk waktu sekaligus mahakarya surgawi.

Di jantung jam tangan ini berdetak kaliber A&S1021, sebuah mesin pengguliran manual yang sepenuhnya dirancang, dikerjakan, dirakit, dan disetel di pabrik Arnold & Son. Dibangun sebagai pengaturan mekanis di sekitar bulan, ia menggunakan arsitektur yang dirancang untuk menampilkan benda langit sambil menawarkan cadangan daya 90 jam.

Di bagian belakang casing, tampilan fase bulan sekunder, dengan keterbacaan yang luar biasa, memungkinkan penyesuaian dengan presisi astronomis. Dari rilis yang dibagikan ke media diperjelas kecanggihan mesinnya tidak hanya terletak pada estetikanya, tetapi juga pada akurasinya. Kaliber ini dengan setia menghormati durasi satu siklus bulan, yaitu 29 hari, 12 jam, 44 menit, dan 2,8 detik. Berkat perhitungan yang cermat ini, dibutuhkan 122 tahun agar muncul perbedaan satu hari antara tampilan dan siklus bulan sebenarnya, jika jam tangan tersebut selalu terisi penuh dayanya.

Prestasi ini menunjukkan keahlian dan penguasaan mutlak Arnold & Son, pewaris semangat visioner John Arnold. Sungguh mengagumkan, dan diakhir percakapan kami, Béchu juga berbagi kabar gembira bagi para pecinta jam tangan di Indonesia, namun masih off the record, stay tuned!

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×