SILK HORSE TIME

Motif kuda khas Hermès hadir dalam Arceau Cheval Natté melalui perpaduan benang sutra dengan berlian dan mesin penggerak mekanis

Motif kuda sudah lama menjadi bagian dari identitas Hermès. Kali ini, sosok tersebut hadir dalam Arceau Cheval Natté, sebuah arloji yang menggabungkan keahlian pembuatan arloji dengan teknik dekoratif yang membutuhkan pengerjaan tangan cukup rumit. Cheval Natté sendiri awalnya bukan dibuat untuk jam tangan. Desain tersebut lahir ketika Tong Ren mengerjakan syal Mon Premier Galop untuk Hermès. Ia membuat kuda dengan bentuk yang lebih sederhana dan geometris, menggunakan bidang-bidang warna serta tekstur yang menyerupai anyaman. Inspirasi desainnya cukup dekat dengan kehidupan masa kecil Tong Ren. Ia teringat pada balok-balok kayu yang dulu digunakannya untuk membuat kastel. Dari sana, bentuk kuda kemudian dikembangkan menjadi sebuah komposisi dengan beberapa warna dan bidang yang saling menyatu.

Desain tersebut kemudian digunakan Hermès pada berbagai produk, termasuk syal, aksesori, dan permainan kartu. Untuk Arceau Cheval Natté, motif itu diwujudkan dalam ukuran yang jauh lebih kecil dan ditempatkan pada dial. Pengerjaannya menjadi salah satu bagian yang paling menarik dari arloji ini. Hermès menggunakan hampir 400 benang sutra untuk membentuk motif kuda pada dial.

Benang-benang tersebut dipasang satu per satu dengan arah yang sudah ditentukan untuk mengikuti bentuk gambar, sehingga permukaan dial memiliki tekstur yang berbeda ketika terkena cahaya. Penggunaan sutra membuat setiap bagian motif terlihat sedikit berbeda tergantung sudut pandang. Warna tidak hanya berasal dari gambar, tetapi juga dari permukaan benang dan cara cahaya mengenainya. Hasil akhirnya cukup berbeda dari dial yang hanya menggunakan teknik cetak atau lukisan.

Di sekeliling motif tersebut terdapat detail berlian dan pengerjaan dekoratif lainnya. Arceau Cheval Natté menggunakan case emas merah berdiameter 38 milimeter. Bezel dihiasi 70 berlian, sedangkan crown diberi satu berlian. Pada dial terdapat 123 berlian yang dipadukan dengan teknik champlevé. Ukuran 38 milimeter membuat ruang pada dial masih cukup luas untuk menampilkan kepala kuda secara jelas. Bentuk case Arceau tetap terlihat sederhana. Salah satu ciri khas koleksi ini adalah lug yang tidak simetris, desain yang diperkenalkan Henri d’Origny ketika Arceau pertama kali dibuat pada 1978. Di balik dial yang penuh detail tersebut terdapat mesin mekanis otomatis buatan Hermès, Manufacture Hermès H1912. Mesin penggerak ini bekerja pada frekuensi 4 Hz atau 28.800 getaran per jam dan memiliki cadangan daya sekitar 50 jam. Mesin penggerak tersebut dapat dilihat melalui punggung case yang menggunakan kristal safir, memungkinkan pemakainya melihat bagian mesin sekaligus dekorasinya.

Hermès juga mempertahankan beberapa detail yang membuatnya lebih dekat dengan sebuah karya seni kerajinan tingkat tinggi ketimbang jam tangan biasa. Perpindahan motif dari syal ke dial membutuhkan penyesuaian karena permukaan dan ukurannya sangat berbeda. Detail yang pada kain dapat dibuat lebih besar harus dimodifikasi agar tetap terlihat dalam ruang beberapa sentimeter. Tong Ren sendiri dikenal melalui pendekatannya pada bentuk, warna, dan pola. Pada Cheval Natté, pendekatan tersebut terlihat cukup jelas. Kuda tidak dibuat dengan anatomi yang realistis, tetapi melalui susunan bidang yang membuat sosoknya tetap mudah dikenali.

Ada dua versi Arceau Cheval Natté. Salah satunya menggunakan warna-warna yang lebih cerah, sedangkan versi lainnya memiliki kombinasi warna yang lebih gelap. Keduanya menggunakan case emas merah 38 milimeter dan tali dari kulit aligator. Produksinya juga dibuat terbatas, masing-masing hanya 24 buah. Yang menarik dari jam ini bukan hanya motif kudanya, tetapi bagaimana satu desain dapat berpindah dari satu produk Hermès ke produk lainnya. Cheval Natté bermula dari desain syal, kemudian digunakan pada berbagai objek, sebelum akhirnya hadir dalam sebuah arloji mekanis. Di Arceau Cheval Natté, pekerjaan tangan pada dial bertemu dengan mesin yang bekerja secara teratur. Dilihat dari depan, sutra menjadi bagian yang paling mudah menarik perhatian, sementara H1912 menjaga fungsi mekanisnya. Keduanya terbungkus dalam satu case, menyajikan dua sisi berbeda dari sebuah arloji Hermès, yakni pengerjaan dekoratif di satu sisi dan keahlian horologi di sisi lainnya.

Share via
Copy link
×