ONE MILLION HOURS
Dikembangkan selama tiga tahun dan tidak diperuntukkan bagi pasar, Seiko Star Time lahir dari satu pertanyaan paling berarti dari Shohei Ohtani
Shohei Ohtani melontarkan pertanyaan sederhana kepada Seiko, “Berapa lama lagi waktu yang saya miliki dalam karier bisbol?”, yang kemudian menjadi titik awal lahirnya Star Time, sebuah jam tangan mekanis yang dikembangkan selama hampir tiga tahun. Dikenal luas dengan julukan “Shotime” atas kemampuannya mengubah pertandingan melalui perannya sebagai pelempar sekaligus pemukul, Ohtani telah menghabiskan satu dekade sebagai duta merek Seiko di Jepang sembari terus menorehkan pencapaian bersejarah di Major League Baseball. Empat gelar Most Valuable Player, dua gelar World Series, serta rekor sebagai pemain pertama yang mencatatkan 50 home run dan 50 stolen bases dalam satu musim menjadikan pertanyaannya tentang waktu terasa jauh lebih bermakna.
Jawaban Seiko atas pertanyaan tersebut tidak datang dalam bentuk kata-kata. Selama hampir tiga tahun, perusahaan itu menerjemahkannya menjadi sebuah jam tangan yang sejak awal tidak pernah dirancang untuk diproduksi maupun dipasarkan. Star Time hanya dibuat satu buah dan dipersembahkan secara eksklusif kepada Shohei Ohtani sebagai penanda sepuluh tahun kebersamaannya sebagai duta merek Seiko di Jepang. Sepanjang proses pengembangannya, tim Seiko dan Ohtani terus berdiskusi untuk mencari cara menerjemahkan refleksi tentang perjalanan waktu ke dalam sebuah jam tangan mekanis. Hasilnya bukan sebuah model peringatan atau edisi kolektor, melainkan karya yang lahir dari percakapan antara seorang atlet dan pembuat jam tentang makna waktu dalam sebuah karier.
Tidak sederhana, Seiko harus mengembangkan struktur baru agar lima cakram berlapis dapat bekerja dalam satu ruang tanpa membuat jam tangan ini kehilangan kenyamanan saat dikenakan. Tantangan tersebut tidak hanya menuntut perubahan pada konstruksi mesin jam, tetapi juga metode perakitan yang sepenuhnya baru. Sepanjang prosesnya, Ohtani dan tim pengembang terus berdiskusi hingga akhirnya menyepakati penggunaan berlian pada setiap cakram sebagai simbol perjalanan waktu yang terus bergerak, terinspirasi oleh lintasan bintang di langit malam. “Penciptaan jam tangan dengan kemampuan menampilkan akumulasi waktu seperti ini merupakan tonggak penting bagi kami dan kami bangga dapat berkontribusi terhadap perkembangan budaya pembuatan jam tangan,” ujar Chairman, CEO, sekaligus CCO Seiko Watch Corporation, Shinji Hattori.
Hasilnya adalah jam tangan mekanis yang mampu menampilkan akumulasi waktu hingga satu juta jam, atau sedikit lebih dari 114 tahun, melalui lima cakram yang masing-masing merepresentasikan rentang waktu berbeda, mulai dari 24 jam hingga 1.000.000 jam. Konstruksi tersebut ditempatkan dalam case High-Intensity Titanium berdiameter 41,8 mm, dilengkapi kristal safir berbentuk box-shaped serta temali silikon yang dibuat khusus mengikuti ukuran pergelangan tangan Ohtani agar tetap nyaman saat dikenakan. Saat akhirnya menerima Star Time, Ohtani berujar, “Saya ingin mengenakan sesuatu yang merefleksikan waktu yang telah saya jalani sejauh ini sekaligus menunjukkan seberapa jauh lagi saya bisa melangkah. Saat melihat jam tangan ini secara langsung, hasilnya benar-benar seperti yang saya bayangkan.”
Penulis: Billy Saputra







