ZIDANE’S PASHA LEGACY
Cartier Pasha yang menemani langkah awal Zinedine Zidane kini membuka babak baru sebagai simbol waktu, pencapaian, dan kemanusiaan
Bagi Zinedine Zidane, sebuah Cartier Pasha menjadi saksi bisu dari babak awal perjalanan yang kelak membawanya menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Pada 9 November 2026, jam tangan personal pertama milik Zidane tersebut akan ditawarkan dalam lelang Christie’s Rare Watches di Jenewa sebagai bagian dari program Watches for ELA, dengan seluruh hasil penjualan didedikasikan untuk ELA International, sebuah organisasi yang selama lebih dari dua dekade didukung Zidane dalam perjuangan melawan leukodistrofi. Bukan sekadar sebuah koleksi horologi,
Cartier Pasha memiliki nilai sentimental yang sangat personal. Zidane membelinya menggunakan gaji pertamanya sebagai pemain profesional ketika masih memperkuat FC Girondins de Bordeaux pada awal kariernya. Hampir 35 tahun kemudian, jam tangan tersebut kembali memasuki panggung publik. Kali ini bukan sebagai simbol pencapaian pribadi, melainkan sebagai instrumen untuk memberikan dampak bagi keluarga yang membutuhkan.
“Cartier Pasha ini adalah jam tangan pertama yang saya beli untuk diri saya sendiri dengan gaji pertama saya ketika bermain di Bordeaux,” ujar Zidane. “Saya membelinya hampir 35 tahun lalu, dan jam ini tetap bersama saya sejak saat itu.” Sebagai salah satu model ikonis Cartier, Pasha memiliki sejarah panjang dalam dunia haute horlogerie, yang pertama kali diperkenalkan pada 1985, terinspirasi dari jam tahan air khusus Cartier pada 1930-an untuk Pasha of Marrakesh.
Desainnya dikembangkan menjadi salah satu identitas khas Cartier, yaitu bentuk case bulat, crown dengan detail rantai kecil, dan aksen sapphire cabochon, melebur menjadi tampilan yang memadukan karakter sporty dan kemewahan klasik. Keberanian desain tersebut menjadikan Cartier Pasha unik. Siluetnya memadukan keberanian dan keanggunan, sebuah karakter yang terasa selaras dengan citra Zidane sendiri. Tenang, berkelas, namun penuh karakter.
Perjalanan Zidane menuju status legenda juga dibangun melalui konsistensi panjang. Dari debut professional bersama Cannes pada usia 17 tahun, berkembang di Bordeaux, bersinar bersama Juventus FC, hingga mencapai puncak bersama Real Madrid dan tim nasional Prancis. Warisan Zidane juga dibentuk oleh kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan. Sejak menjadi patron ELA pada 2000, ia konsisten menggunakan pengaruhnya untuk mendukung keluarga yang terdampak leukodistrofi. Mulai dari kampanye publik hingga berbagai kegiatan penggalangan dana. Tahun 2025 menandai 25 tahun keterlibatannya bersama organisasi tersebut. Bagi Christie’s, kehadiran Cartier Pasha milik Zidane membawa dimensi emosional tersendiri dalam lelang tersebut. www.watchesforela.eu



