TIME WELL SPENT
Urban Jürgensen dan Rashida Jones membaca waktu lewat rasa ingin tahu dan kreativitas tanpa batas
Urban Jürgensen memperkenalkan seri fotografi bulanan bertajuk “Time Well Spent,” yang mengeksplorasi bagaimana individu kreatif dari berbagai bidang menghabiskan waktu di luar profesi utama mereka. Untuk edisi bulan Maret 2026, menghadirkan Rashida Jones, aktris, penulis, sutradara, dan produser asal Amerika Serikat. Inisiatif ini hadir seiring dengan babak baru Urban Jürgensen, sebuah maison jam tangan asal Denmark yang didirikan pada 1773 dan kini dipimpin oleh CEO Alex Rosenfield.
Arahan kreatif terbarunya turut melibatkan pembuat jam tangan Kari Voutilainen, yang berperan sebagai Board Member dan Senior Strategic Advisor. Melalui “Time Well Spent,” Urban Jürgensen pun turut memperlihatkan bahwa jam tangan tidak hanya berfungsi sebagai alat penunjuk waktu, tetapi juga sebagai bagian dari bagaimana seseorang menjalani dan memberi makna pada waktunya.
Rashida Jones membangun kariernya melalui peran-peran di serial televisi seperti Parks and Recreation (2009), The Office (2005), Silo (2023), dan Black Mirror (2011). Namun perjalanannya tidak berhenti di depan kamera. Ia juga menulis, memproduseri, dan menyutradarai berbagai proyek di ranah film, televisi, dan dokumenter. Rashida menyebut dirinya seorang “generalist,” seseorang yang menemukan kebebasan dalam mencoba, bukan dalam menguasai. Sepanjang kariernya, ia secara lihai mampu bertukar genre komedi dan drama, antara memerankan dan mengarang, antara struktur dan spontanitas. Perpindahan ini terasa sebagai bagian dari proses yang ia jalani dengan kesadaran penuh. Di balik daftar kredit yang panjang, cara ia mengisi waktu mencerminkan rasa ingin tahu yang terus berkembang.
Di luar layar, pendekatan yang sama tetap ia jalani. Baginya, waktu terasa paling bernilai ketika digunakan untuk mempelajari hal-hal baru, bukan untuk menjadi ahli, tetapi untuk membuka perspektif yang lebih luas. Keterampilan baru, disiplin baru, bahkan rasa tidak nyaman menjadi bagian dari ritme tersebut. Ia tertarik pada orang-orang yang menurutnya lebih memahami kehidupan, karena dari mereka ia menemukan hal-hal yang tidak bisa didapat dari pekerjaannya sendiri. Namun dorongan untuk berkembang tidak membuatnya menjauh dari hal-hal yang sudah akrab. Menari, berkebun, menjamu tamu, mendengarkan musik, dan menjadi orang tua tetap menjadi sumber kegembiraan sehari-hari. Dalam keseharian itulah, cara ia mengisi waktu terasa utuh dan terus bergerak.
Cara Rashida memaknai waktu terasa dekat dengan pandangan yang telah lama menjadi bagian dari Urban Jürgensen. Sejak didirikan lebih dari 250 tahun lalu, maison ini tumbuh bersama berbagai figur, dari raja dan pelaut hingga industrialis dan seniman, masing-masing dengan cara mereka sendiri dalam menjalani waktu. Dalam perjalanan tersebut, waktu tidak hanya diukur, tetapi juga diisi dengan hal-hal yang memberi arah dan makna. Pendekatan inilah yang kemudian menjadi dasar dari seri “Time Well Spent.” Urban Jürgensen tidak sekadar menampilkan sosok yang dikenal memiliki dimensi, tetapi melihat bagaimana mereka menghabiskan waktu di luar peran utamanya. Seorang pelukis di kebunnya, seorang kimiawan di atas perahu layar, seorang arsitek bermain tangkap bola dengan anak-anaknya.
Rashida Jones dan Urban Jürgensen memiliki pendekatan yang serupa dalam melihat waktu. Bagi Rashida, waktu diisi dengan rasa ingin tahu yang terus dipupuk, sementara bagi Urban Jürgensen, hadir melalui proses pembuatan jam tangan yang dijalani dengan perhatian penuh. Pendekatan ini tercermin dalam UJ-2, jam tangan time–only berdiameter 39 mm dengan case emas merah muda 18 karat.
Memesona lewat pelat jam biru dari perak solid yang menampilkan teknik guilloché Grain d’orge pada bidang utama, dan Clous de Paris pada subdial detik kecil di posisi pukul 5, dilengkapi indikator cadangan daya fraksional di bawah angka “0.” Di baliknya, kaliber manual-winding UJ-2 bergerak menggunakan double wheel natural escapement yang disempurnakan oleh Kari Voutilainen. Tanpa kompleksitas berlebih, jam tangan ini memperlihatkan bagaimana perhatian terhadap detail dapat membentuk karakter yang terasa utuh.
Penulis: Billy Saputra



