THE DYNAMIC DUO

Dua koleksi terbaru persembahan Bell & Ross menyajikan kontras yang saling melengkapi, perwujudan desain kontemporer dan keunggulan horologi

Dalam dunia horologi kelas atas, ada jam tangan yang sekadar menunjukkan waktu, dan ada pula yang menunjukkan lebih jauh tentang visi, ambisi, serta identitas sebuah perusahaan. BR-X3 Tourbillon Micro-Rotor jelas berada di kategori kedua. Bagi Bell & Ross, arloji ini bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan sebuah pernyataan akan langkah mantap mereka di ranah Haute Horlogerie dengan desain yang tetap setia pada karakteristiknya. Selama ini, Bell & Ross dikenal lewat jam instrumen yang terinspirasi dari panel kokpit pesawat, dengan tiga pilar utama, yakni keterbacaan, fungsionalitas, dan presisi.

BR-X3 Tourbillon Micro-Rotor menunjukkan evolusi dari prinsip tersebut. Di sini, keterbacaan waktu justru ditempatkan di posisi kedua. Yang menjadi pusat perhatian adalah mekanikanya—gerak, struktur, dan keseimbangan yang diperlihatkan secara terbuka. Flying tourbillon pada posisi pukul 05.30 menjadi bintang utama. Tanpa jembatan atas, cage tourbillon tampak melayang, berputar anggun setiap menit, menciptakan pertunjukan visual yang seakan menghipnotis. Secara historis, tourbillon diciptakan untuk mengimbangi pengaruh gravitasi terhadap osilator. Namun dalam konteks BR-X3, fungsinya bukan sekadar teknis. Ia menjadi perwujudan penguasaan mekanika tingkat tinggi, disajikan dalam pendekatan yang modern dan arsitektural. Keistimewaan lain berasal dari micro-rotor, solusi yang memungkinkan pemutaran otomatis tanpa menambah ketebalan mesin penggerak. Ditempatkan sejajar dengan bidang mekanisme, micro-rotor ini memungkinkan keseluruhan jam tetap sangat ramping—hanya 9 mm—sebuah pencapaian impresif untuk jam tourbillon otomatis. Di baliknya diperkuat kaliber manufaktur BR-CAL.389, dengan cadangan daya hingga 58 jam. Ini dirancang bukan hanya untuk performa, tetapi juga untuk dinikmati secara visual.

Bentuk casing persegi ikonis Bell & Ross mengalami transformasi radikal. Baja dan safir berpadu membentuk struktur transparan, di mana casing dan mesin penggerak tidak lagi dipahami sebagai dua entitas terpisah, melainkan satu kesatuan arsitektural. Safir, dengan segala tantangan teknisnya, dipilih untuk membuka pandangan ke seluruh bagian dalam jam—bridge, wheel, hingga 26 batu delima yang tersusun rapi dalam kisi-kisi geometris. Referensi visualnya terasa kuat, nuansa abstrak Piet Mondrian dengan garis-garis ortogonalnya, serta fungsionalisme murni ala Charlotte Perriand. Hasilnya adalah sebuah komposisi mekanis yang nyaris menyerupai karya seni modern. Jam dan menit ditampilkan menyamping di pukul 02.00, kecil dan sederhana, seolah mengakui bahwa membaca waktu bukanlah tujuan utama jam ini. Seperti yang disampaikan Bruno Belamich, creative director Bell & Ross, BR-X3 adalah jam tangan ikonis yang merangkum seluruh keahlian dan visi perusahaan tersebut. Diproduksi hanya 25 unit, BR-X3 Tourbillon Micro-Rotor merupakan koleksi yang sangat eksklusif, perwujudan horologi Bell & Ross dalam bentuk paling murni.

Jika BR-X3 adalah ekspresi teknikal dan konseptual, maka BR-05 Grey Mirror Steel memperlihatkan sisi Bell & Ross yang berbeda, mengusung kesan urban, kontemporer, dan sangat berorientasi gaya hidup. Jam ini tidak mengedepankan kerumitan yang ekstrem, melainkan permainan cahaya dan finishing.

Baja, material yang identik dengan kekuatan dan utilitas, diolah hingga mencapai tingkat mirror polish yang nyaris menyerupai cermin. Casing, gelang, hingga dial tampil sebagai satu monoblok logam reflektif, memantulkan lingkungan sekitar dengan cara yang dinamis. Efek visualnya berubah-ubah seiring gerak pergelangan tangan, menjadikan jam ini bukan hanya aksesori, tetapi juga objek desain.

Tampilan dial BR-05 Grey Mirror Steel terlihat bersih dan minimalis, tanpa jendela tanggal. Jarum dan indeks berlapis rhodium berkilau halus, digambarkan oleh Belamich seperti tetesan raksa yang melayang di atas permukaan reflektif. Meski tampil seperti jewel-watch modern, jam ini tetap setia pada akar Bell & Ross sebagai jam instrumen. Diameter 40 mm, ketebalan 10,5 mm, ketahanan air hingga 100 meter, serta mesin otomatis BR-CAL.321-1 dengan cadangan daya 54 jam memastikan model ini cocok untuk kehidupan urban.

Diproduksi terbatas 250 unit dan eksklusif di butik Bell & Ross, BR-05 Grey Mirror Steel menawarkan kemewahan yang lebih tidak mencolok namun tetap tegas. Bersama BR-X3 Tourbillon Micro-Rotor, kedua jam ini menunjukkan spektrum penuh kemampuan Bell & Ross, yakni dari mekanika paling kompleks hingga eksplorasi desain yang puitis. Lebih dari sekadar penunjuk waktu, keduanya merupakan narasi tentang identitas, ambisi, dan bagaimana sebuah perusahaan pembuat arloji memaknai waktu di era modern.

 

Penulis: Yohanna Yuni

Share via
Copy link
Powered by Social Snap
×