THE ROMAN EMPIRE

Italia dan jam tangan berkualitas memang tidak bisa dipisahkan, tradisi dan detail yang disuguhkan oleh pembuat jam tangan asal Italia ini sudah pasti digemari pencinta haute horlogerie di seluruh dunia. Namun, nama Bulgari berbeda dari beberapa penguasa jam tangan yang ada, tradisi yang mereka usung sangat tegas terlihat di setiap arloji yang mereka ciptakan, yang juga diselingi dengan proses evolusi Bulgari yang tidak pernah berhenti. Tidak hanya jam tangan mereka yang berevolusi tapi juga pemikiran Bulgari yang global, oleh karena proses metamorfosis inilah, Bulgari mempersembahkan butik terbaru mereka yang mewah di Plaza Senayan, Jakarta. Konsep ‘Italiano’ yang ditonjolkan di butik ini akan membawa Anda ke suasana di Roma dengan kolom-kolom warna tembaga dan logo Bulgari yang tersemat di pelmet motif Ivory Encausto. Kesan tradisi Roma juga terlihat dari jendela-jendela Condotti dan hiasan Maglia Pantheon yang terinspirasi oleh kerajaan Romawi kuno.

 

Kepakan Sang Kupu-Kupu

Tidak hanya butik mewah yang diciptakan oleh Bulgari, koleksi jam tangan baru juga diluncurkan, salah satunya adalah Bulgari Papillon Heure Sautante. Arloji ini merupakan gebrakan baru di dunia haute horlogerie yang bisa dilihat dari sistem indikasi menit mereka yang revolusioner. Terinspirasi oleh kalimat “the flight of the butterfly”, sistem indikasi menit di arloji ini mengingatkan kita pada keindahan sayap seekor kupu-kupu yang sedang terbang. Konsep ini sungguh unik dan menghipnotis orang-orang yang melihat mekanisme baru ini, bahkan ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa mekanisme arloji Bulgari Papillon Heure Sautante tergolong dalam kelas ingenious. Dalam mekanisme pergantian menit, Bulgari menggunakan perputaran setengah lingkaran 180 derajat dimana angka-angka penunjuk menit ke-00 dan 60 berada di kanan dan kiri disc dan angka-angka menit hanya terdapat di bagian bawah dari setengah lingkaran tersebut. Keistimewaan arloji ini terletak pada dua jarum jam atau dalam hal ini, dua sayap berbentuk diamond yang terpisah satu sama lain.

 

Sejarah 40 Tahun

Inovasi melalui kreasi Bulgari Papillon Heure Sautante bukanlah hal yang baru bagi merek terkenal asal Roma Italia ini, Bulgari telah menjadi pioneer revolusi estetika jauh sebelum inovasi arloji terjadi. Tepatnya pada tahun 1975, Bulgari memperkenalkan Bulgari Roma yang revolusioner sehingga menempatkan nama Bulgari di papan atas sejajajar dengan nama-nama besar lainnya. Bulgari telah mengeluarkan produk-produk jam tangan sejak tahun 1920-an, dan di saat teknologi mulai mendominasi penampilan arloji-arloji dengan tampilan digital dan teknologi Quartz pada tahun 1975, Bulgari memberanikan diri untuk tetap menggunakan pendekatan tradisional dan mengkombinasikannya dengan teknologi modern dengan meniadakan jarum jam dan menggunakan penunjuk waktu digital pada pusat arloji berbentuk bulat yang tradisional. Tersemat kata BULGARI ROMA pada bezel arloji tersebut dengan ukuran huruf yang cukup besar layaknya koin Sestertius, dan kejutan juga hadir pada anyaman tali yang dipakai sebagai tali jam untuk membuat unsur Roma kuno terasa lebih kental, dan terbukti, arloji Bulgari Roma kemudian menjadi instant hit.

 

Untuk merayakan warisan 40 tahun, Bulgari meluncurkan empat versi terbaru di bawah bendera Bulgari Roma dengan menggandeng aktor Luke Evans sebagai brand ambassador. Aktor asal Wales yang tengah mengerjakan film Beauty and The Beast ini sudah mengenal dan jatuh cinta pada Bulgari sebelum dia ditunjuk menjadi salah satubrand ambassador. Evans berujar, “Sebelum saya bergabung dengan Bulgari, saya sudah menjadi konsumen mereka, jadi hubungan yang kami bangun sudah selaras”. Luke Evans merupakan sosok yang sederhana dalam berbusana, “Saya menyukai sesuatu yang simpel dan maskulin”, dan kata-kata simpel dan maskulin inilah yang tergambar di Bulgari Roma versi terbaru. Interpretasi terbaru dari Koleksi Bulgari Roma dimulai dengan Bulgari Roma Finissimo 40th Anniversary yang hadir dalam tiga pilihan – pink gold, steel dan yellow gold, pemakaian emas kuning merupakan tribut kepada Bulgari Roma yang pertama. Mesin Caliber BVL 128 pada jam tangan ini memiliki ketebalan hanya 2,23mm, dan total ketebalan arloji yang hanya 5,15mm menjadikan arloji ini sangat unik dari segi penampilan, besar secara diameter, 41mm, namun sangat ramping jika dilihat dari samping.

Simak liputan lengkapnya di CGW Indonesia Edisi 04/2016.